top of page

Apa Itu Spam Email? Ciri, Contoh, Dampak, dan Cara Mengatasinya

  • Writer: Rani Bahiratun Azizah
    Rani Bahiratun Azizah
  • 3 days ago
  • 9 min read

Ilustrasi spam email dan phishing yang mengancam kotak masuk perusahaan

Quick Answer : Spam email atau email spam adalah pesan elektronik yang dikirim tanpa diminta, biasanya kepada banyak penerima. Isinya dapat berupa promosi, penipuan, phishing, atau tautan dan lampiran berbahaya. Tidak semua spam merupakan serangan siber, tetapi pesan yang mencurigakan tetap perlu diperiksa dan dilaporkan melalui fitur yang sesuai.

Satu email mencurigakan dapat terlihat seperti promosi biasa, pemberitahuan password, tagihan vendor, atau permintaan dari atasan. Masalahnya, spam email tidak selalu berhenti pada gangguan di kotak masuk. Sebagian pesan digunakan untuk mengarahkan penerima ke phishing, penipuan, atau file berbahaya.

Bagi perusahaan, kemampuan mengenali dan melaporkan pesan semacam ini perlu didukung oleh kontrol teknis, prosedur yang jelas, dan kebiasaan kerja karyawan.


Apa Itu Spam Email?

Spam email adalah pesan yang tidak diminta dan tidak diharapkan oleh penerima. Pesan tersebut sering dikirim secara massal untuk menawarkan produk, mempromosikan layanan, mengarahkan pengguna ke situs tertentu, atau menjalankan penipuan.


Istilah “spam” menjelaskan sifat pesan yang tidak diinginkan. Istilah ini tidak otomatis menjelaskan tingkat bahayanya.


Sebagian spam hanya berisi promosi yang tidak relevan. Namun, sebagian lainnya dapat digunakan sebagai saluran untuk phishing, yaitu upaya menipu penerima agar memberikan password, informasi pembayaran, atau data sensitif.


Mengapa Spam Email Bisa Masuk?

Alamat email dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti:

  • Alamat yang ditampilkan pada website atau direktori publik.

  • Formulir pendaftaran dan layanan online.

  • Daftar kontak yang tersebar atau disalahgunakan.

  • Kebocoran data pada layanan pihak ketiga.

  • Alamat yang ditebak menggunakan pola nama dan domain perusahaan.

  • Akun email atau perangkat yang telah disusupi.


Masuknya sebuah pesan ke inbox tidak membuktikan bahwa pesan tersebut aman. Filter email menggunakan berbagai sinyal, tetapi tidak selalu dapat mengenali seluruh pesan berbahaya atau penipuan bertarget.


Perbedaan Spam Email, Phishing, dan Malware

Spam, phishing, dan malware memiliki hubungan, tetapi bukan istilah yang sama.

Istilah

Pengertian

Tujuan atau karakteristik

Spam email

Pesan yang tidak diminta atau dikirim secara massal

Promosi, distribusi pesan, penipuan, atau pengiriman konten tertentu

Phishing

Upaya menyamar sebagai pihak tepercaya untuk menipu penerima

Mencuri password, data, uang, atau mendorong tindakan berisiko

Malware

Perangkat lunak berbahaya

Mengganggu sistem, mencuri data, atau memberikan akses kepada penyerang

Email penipuan bertarget

Pesan yang dirancang khusus untuk individu atau perusahaan tertentu

Perubahan rekening, pembayaran palsu, penyamaran eksekutif, atau manipulasi proses bisnis

Microsoft menjelaskan phishing sebagai serangan yang menggunakan email atau pesan palsu untuk mendorong korban mengungkapkan data maupun membuka konten berbahaya. Panduan pengenalannya tersedia pada halaman perlindungan terhadap phishing.


Perbedaan ini penting karena tidak semua spam adalah phishing dan tidak semua phishing dikirim secara massal. Email penipuan bertarget bahkan dapat terlihat sangat relevan dan tidak masuk ke folder spam.


Bagaimana Spam Email Bekerja?

Secara umum, distribusi spam email berlangsung melalui tahapan berikut:

  1. Alamat penerima dikumpulkan atau dibuat. Pengirim memperoleh alamat dari sumber publik, daftar pihak ketiga, kebocoran, atau pola alamat perusahaan.

  2. Pesan disiapkan dan dikirim. Pesan dapat dikirim melalui infrastruktur milik pengirim, layanan yang disalahgunakan, atau akun yang telah disusupi.

  3. Sistem email memeriksa pesan. Filter dapat menilai reputasi pengirim, autentikasi domain, pola konten, tautan, lampiran, dan sinyal teknis lainnya.

  4. Pesan diarahkan ke inbox, folder spam, atau karantina. Hasilnya bergantung pada konfigurasi, reputasi, kebijakan, dan karakteristik pesan.

  5. Pengirim menunggu interaksi. Interaksi dapat berupa klik, balasan, pembukaan lampiran, pengisian formulir, atau pembayaran.


Karena teknik dan isi pesan terus berubah, pengendalian spam tidak cukup mengandalkan satu filter atau satu aturan.


Ciri-Ciri dan Komponen Spam Email

Infografik ciri spam email berdasarkan identitas pengirim, isi permintaan, serta tautan dan lampiran

Sebuah email perlu diperiksa sebagai satu kesatuan. Satu kesalahan ejaan saja tidak membuktikan bahwa pesan berbahaya. Sebaliknya, bahasa yang rapi juga tidak membuktikan bahwa pesan aman.


Identitas Pengirim

Periksa beberapa elemen berikut:

  • Nama pengirim tidak sesuai dengan alamat emailnya.

  • Domain menggunakan variasi karakter yang menyerupai domain resmi.

  • Alamat Reply-To berbeda dari alamat pengirim.

  • Pengirim menggunakan layanan email publik untuk urusan resmi perusahaan.

  • Domain atau kontak belum pernah digunakan dalam komunikasi sebelumnya.

Nama tampilan dapat dibuat menyerupai eksekutif, vendor, bank, atau penyedia layanan. Karena itu, jangan hanya memeriksa nama yang muncul di inbox.


Isi dan Permintaan

Waspadai pesan yang:

  • Meminta tindakan segera tanpa proses verifikasi.

  • Mengancam penutupan akun atau denda.

  • Meminta password, kode OTP, atau informasi pembayaran.

  • Mengarahkan perubahan rekening vendor.

  • Menawarkan hadiah atau keuntungan yang tidak wajar.

  • Meminta transaksi yang menyimpang dari prosedur normal.

  • Menggunakan alasan kerahasiaan untuk mencegah penerima berkonsultasi.

Rasa mendesak merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam social engineering. CISA menyarankan pengguna untuk menghentikan tindakan sejenak, mengenali tanda-tandanya, dan melaporkan phishing melalui prosedur yang tersedia dalam panduan Recognize and Report Phishing.


Tautan dan Lampiran

Periksa apakah:

  • Alamat tujuan tautan berbeda dari teks yang ditampilkan.

  • Tautan menggunakan domain asing, variasi ejaan, atau URL yang dipersingkat.

  • Lampiran tidak diharapkan atau tidak sesuai konteks.

  • File meminta pengguna mengaktifkan macro atau fitur tambahan.

  • Pesan meminta login melalui halaman yang belum pernah digunakan.

Jangan membuka tautan hanya untuk memeriksa apakah isinya aman. Jika perlu mengakses suatu layanan, buka website atau aplikasi resminya secara terpisah.


Untuk email yang benar-benar mencurigakan, pemeriksaan header dan hasil autentikasi sebaiknya dilakukan oleh tim IT atau keamanan.


Jenis dan Contoh Spam Email

Infografik jenis spam email meliputi promosi, phishing, penipuan pembayaran, penyalahgunaan identitas, lampiran mencurigakan, dan penipuan hadiah

Berikut beberapa contoh yang umum ditemukan. Contoh ini bersifat ilustratif dan tidak mewakili pesan dari perusahaan tertentu.

Jenis

Contoh situasi

Tindakan awal

Promosi tidak diminta

Penawaran produk dari perusahaan yang tidak dikenal

Laporkan sebagai spam atau gunakan unsubscribe hanya jika pengirim dapat dipercaya

Phishing akun

Pemberitahuan bahwa password akan kedaluwarsa dan meminta login melalui tautan

Jangan klik; buka portal resmi secara terpisah dan laporkan sebagai phishing

Penipuan pembayaran

Pesan yang mengaku sebagai vendor dan meminta perubahan rekening

Verifikasi melalui nomor atau kanal vendor yang sudah dikenal

Penyalahgunaan identitas

Email memakai nama direktur dan meminta transfer rahasia

Ikuti prosedur persetujuan serta konfirmasi melalui kanal lain

Lampiran mencurigakan

File ZIP, dokumen, atau invoice yang tidak pernah diminta

Jangan buka; laporkan kepada tim IT atau keamanan

Penipuan hadiah

Pesan menyatakan penerima memenangkan hadiah dan meminta biaya

Jangan membayar atau memberikan data

Email promosi dari layanan yang memang digunakan perusahaan tidak selalu merupakan spam. Periksa hubungan bisnis, preferensi langganan, dan keaslian pengirim sebelum mengambil tindakan.


Dampak Spam Email bagi Perusahaan

Spam email dapat menimbulkan beberapa dampak operasional dan keamanan:

  • Waktu kerja terbuang. Karyawan perlu memilah, memeriksa, dan menghapus pesan yang tidak relevan.

  • Pencurian akun. Halaman login palsu dapat digunakan untuk memperoleh kredensial.

  • Penyebaran malware. Tautan atau lampiran dapat menjadi bagian dari rantai serangan.

  • Penipuan finansial. Penyamar dapat mencoba memanipulasi pembayaran atau perubahan rekening.

  • Beban tim IT meningkat. Tim harus menganalisis laporan, menelusuri pesan serupa, dan menangani insiden.

  • Risiko terhadap data. Akun yang disusupi dapat memberikan akses ke komunikasi dan dokumen perusahaan.

  • Penyalahgunaan domain atau akun. Akun perusahaan yang disusupi dapat digunakan untuk mengirim pesan kepada pihak lain.


Tingkat dampak bergantung pada isi pesan, hak akses penerima, kontrol yang tersedia, dan kecepatan pelaporan.


Cara Mengatasi Spam Email

Infografik tindakan menghadapi spam email sebelum berinteraksi dan setelah mengeklik tautan atau memasukkan password

Jika Belum Berinteraksi dengan Pesan

Lakukan langkah berikut:

  1. Jangan mengeklik tautan, membuka lampiran, membalas, atau meneruskan pesan.

  2. Periksa nama, alamat, domain pengirim, serta konteks permintaannya.

  3. Verifikasi permintaan sensitif melalui kanal lain yang sudah dikenal.

  4. Gunakan Report Spam untuk pesan massal atau promosi yang tidak diinginkan.

  5. Gunakan Report Phishing untuk pesan yang mencoba mencuri data atau menyamar sebagai pihak tepercaya.

  6. Ikuti prosedur pelaporan internal kepada helpdesk, SOC, atau tim keamanan.

  7. Pertahankan pesan sebagai bukti jika diminta oleh tim keamanan.

Gmail menyediakan mekanisme untuk melaporkan spam dan phishing. Outlook juga menyediakan fitur pelaporan untuk junk dan phishing.


Jika Sudah Mengeklik atau Memasukkan Password

Segera:

  1. Hentikan interaksi dengan halaman atau file.

  2. Hubungi tim IT atau keamanan melalui kanal resmi.

  3. Ubah password melalui website atau aplikasi resmi.

  4. Aktifkan multi-factor authentication jika belum tersedia.

  5. Keluar dari sesi aktif atau ikuti prosedur pencabutan sesi perusahaan.

  6. Beri tahu tim keamanan jika file sempat dibuka atau dijalankan.

  7. Jangan menghapus bukti sebelum tim yang menangani insiden memberikan arahan.

Jika akun kerja terlibat, jangan hanya mengganti password lalu menganggap masalah selesai. Tim keamanan mungkin perlu memeriksa aktivitas login, aturan forwarding, aplikasi yang terhubung, serta pesan yang telah dikirim dari akun tersebut.


Cara Mencegah Spam dan Phishing di Perusahaan

Infografik lima lapisan pencegahan spam dan phishing melalui filter email, autentikasi domain, MFA, pelatihan, dan respons insiden

  1. Filter dan Proteksi Email

    Perusahaan dapat menggunakan filter bawaan platform email, secure email gateway, atau solusi keamanan email tambahan untuk memeriksa:

    • Reputasi pengirim.

    • Domain dan alamat tujuan tautan.

    • Lampiran.

    • Pola penyamaran.

    • Pesan yang dikirim dalam jumlah besar.

    • Indikator teknis lainnya.

    Kebijakan perlu diuji agar tidak terlalu longgar maupun memblokir komunikasi bisnis yang sah secara berlebihan.

  2. SPF, DKIM, dan DMARC

    Ketiga mekanisme ini memiliki fungsi berbeda:

    • SPF membantu domain menyatakan server mana yang diizinkan mengirim email untuk domain tersebut. Spesifikasi teknisnya tersedia dalam RFC 7208.

    • DKIM menambahkan tanda tangan kriptografis agar sistem penerima dapat memeriksa apakah bagian tertentu dari pesan telah diubah. Standarnya dijelaskan dalam RFC 6376.

    • DMARC menggunakan alignment SPF atau DKIM dengan domain pada alamat From, sekaligus memberikan kebijakan penanganan dan laporan autentikasi. Protokolnya dijelaskan dalam RFC 9989.

    SPF, DKIM, dan DMARC membantu mengurangi jenis penyalahgunaan domain tertentu. Namun, mekanisme tersebut tidak menilai apakah seluruh isi pesan benar, tidak menghentikan penipuan dari domain yang mirip, dan tidak menggantikan filter maupun proses verifikasi.

  3. MFA dan Pengamanan Akun

    Multi-factor authentication atau MFA menambahkan faktor verifikasi selain password. MFA dapat mengurangi risiko penyalahgunaan akun ketika password diketahui pihak lain, tetapi penerapannya tetap perlu disertai pengelolaan sesi, pemantauan login, dan edukasi terhadap teknik phishing.

  4. Security Awareness Training

    Karyawan perlu mengetahui cara:

    • Memeriksa identitas pengirim.

    • Mengenali permintaan yang menyimpang.

    • Memverifikasi perubahan rekening.

    • Menggunakan fitur pelaporan.

    • Menangani pesan setelah terlanjur berinteraksi.

    • Mengikuti proses eskalasi perusahaan.

    NIST merekomendasikan edukasi, verifikasi melalui kanal terpisah, dan prosedur pelaporan sebagai bagian dari penanganan phishing dalam Phishing Guidance.


    Platform seperti KnowBe4 Security Awareness Training dapat digunakan untuk mendukung pelatihan, simulasi phishing, dan pengukuran perilaku pengguna. Hasilnya tetap bergantung pada desain program, relevansi materi, dukungan manajemen, dan tindak lanjut perusahaan.


    Baca juga: Mengenal KnowBe4 Artificial Intelligence Defense Agent (AIDA)


  5. Prosedur Pelaporan dan Respons Insiden

    Prosedur internal sebaiknya menjawab:

    • Tombol atau kanal apa yang harus digunakan?

    • Kapan pesan cukup dilaporkan sebagai spam?

    • Kapan pengguna harus menghubungi tim keamanan?

    • Apa yang harus dilakukan setelah password dimasukkan?

    • Siapa yang menelusuri pesan serupa di kotak masuk lain?

    • Bagaimana tim memberi umpan balik kepada pelapor?


Perkuat Kesiapan Karyawan Menghadapi Phishing

Dashboard KnowBe4 yang menampilkan progres pelatihan, hasil simulasi phishing, dan personal risk score pengguna

Pelaporan yang mudah akan lebih bermanfaat jika diikuti kemampuan analisis dan respons yang jelas.


Filter email dan autentikasi domain perlu didukung oleh karyawan yang mampu mengenali serta melaporkan pesan mencurigakan. PT Netmarks Indonesia dapat membantu perusahaan mengimplementasikan KnowBe4 Security Awareness Training, meliputi:

  • Baseline assessment melalui simulasi phishing.

  • Program Security Awareness Training.

  • Kampanye simulasi phishing berkala.

  • Materi pelatihan dan pengingat terjadwal.

  • Pelaporan tingkat enterprise.

  • Risk scoring untuk pengguna, kelompok, dan organisasi.

  • Konsultasi kebutuhan solusi keamanan siber sesuai lingkungan perusahaan.


Hasil assessment dapat digunakan untuk menyusun program awareness dan proses pelaporan yang lebih relevan dengan risiko organisasi. Hubungi Netmarks Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan, cakupan pengguna, dan skenario implementasinya.



Contoh Penerapan di Perusahaan

Seorang staf keuangan menerima email yang tampak berasal dari vendor rutin. Pesan menyatakan bahwa rekening pembayaran telah berubah dan invoice harus dibayar pada hari yang sama.

Nama vendor dan tanda tangan email terlihat benar. Namun, alamat pengirim menggunakan domain dengan satu karakter berbeda.

Tindakan yang tepat adalah:

  1. Tidak membalas pesan tersebut.

  2. Tidak menggunakan nomor telepon yang tercantum di dalam email.

  3. Menghubungi kontak vendor melalui nomor yang sudah tersimpan.

  4. Melaporkan pesan sebagai phishing.

  5. Meneruskan kasus melalui prosedur keamanan perusahaan.

  6. Memastikan perubahan data pembayaran tetap mengikuti proses persetujuan resmi.


Dalam skenario ini, filter email hanya menjadi salah satu lapisan. Prosedur verifikasi perubahan rekening dan kewaspadaan staf keuangan juga berperan penting.


Tips Memilih dan Mengimplementasikan Solusi

Sebelum memilih teknologi atau program pelatihan, perusahaan sebaiknya:

  1. Petakan risiko email. Identifikasi kelompok yang sering menerima invoice, permintaan pembayaran, data sensitif, atau komunikasi eksternal.

  2. Evaluasi kontrol yang sudah tersedia. Periksa konfigurasi email, autentikasi domain, MFA, logging, karantina, dan proses pelaporan.

  3. Gunakan pendekatan berlapis. Jangan bergantung hanya pada filter, DMARC, atau pelatihan.

  4. Sesuaikan pelatihan dengan peran. Skenario untuk finance, HR, helpdesk, dan manajemen perlu mengikuti risiko pekerjaannya.

  5. Uji prosedur pelaporan. Pastikan pengguna mengetahui tombol atau kanal yang benar dan memperoleh respons yang sesuai.

  6. Gunakan metrik yang relevan. Contohnya waktu pelaporan, jumlah pesan berulang yang terdeteksi, perilaku pada simulasi, serta jenis kesalahan yang sering terjadi.

  7. Tinjau hasil secara berkala. Perubahan teknik serangan, vendor, domain, dan proses bisnis dapat mengubah profil risiko.

  8. Libatkan pemilik proses bisnis. Pencegahan penipuan pembayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab tim IT.


Kesimpulan

Spam email adalah pesan yang tidak diminta, tetapi tingkat risikonya dapat berbeda. Sebagian hanya mengganggu, sementara pesan lain dapat menjadi bagian dari phishing, penipuan, atau penyebaran malware.


Karyawan perlu mampu mengenali tanda-tandanya, membedakan spam dari phishing, dan melaporkan pesan melalui prosedur yang tepat. Di tingkat perusahaan, langkah tersebut perlu didukung oleh filter email, SPF, DKIM, DMARC, MFA, verifikasi proses bisnis, pelatihan, dan respons insiden.


PT Netmarks Indonesia dapat membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan keamanan email. Untuk melindungi organisasi Anda lebih lanjut, pertimbangkan untuk menggunakan KnowBe4 HRM untuk memitigasi risiko email fraud dan scam yang dapat merusak keamanan cyber Anda. Hubungi kami dengan klik tombol di bawah!



FAQ

Apa itu spam email?

Spam email adalah pesan elektronik yang tidak diminta atau tidak diharapkan oleh penerima. Pesan tersebut dapat berupa promosi, penipuan, phishing, maupun distribusi tautan atau lampiran tertentu.

Apa perbedaan spam email dan phishing?

Spam menjelaskan pesan yang tidak diinginkan atau dikirim secara massal. Phishing adalah upaya penipuan untuk memperoleh data, uang, atau tindakan tertentu. Sebuah email dapat menjadi spam sekaligus phishing, tetapi keduanya tidak selalu sama.

Apakah semua spam email berbahaya?

Tidak. Sebagian spam hanya berisi promosi yang tidak relevan. Namun, karena spam juga dapat digunakan untuk phishing atau distribusi konten berbahaya, pesan mencurigakan tetap perlu diperiksa dan dilaporkan.

Apa yang harus dilakukan jika menerima email mencurigakan?

Jangan klik, membalas, atau membuka lampiran. Periksa pengirim, verifikasi permintaan melalui kanal lain, lalu gunakan Report Spam atau Report Phishing sesuai karakter pesannya dan ikuti prosedur perusahaan.

Apakah SPF, DKIM, dan DMARC dapat menghentikan seluruh spam?

Tidak. Ketiganya membantu autentikasi dan penanganan email berbasis domain, tetapi tidak menilai kebenaran seluruh isi pesan serta tidak menghentikan semua domain palsu, akun yang disusupi, atau penipuan bertarget.

Apa yang harus dilakukan setelah memasukkan password pada situs phishing?

Segera hubungi tim IT, ubah password melalui layanan resmi, aktifkan MFA, cabut sesi aktif jika tersedia, dan ikuti prosedur respons insiden perusahaan.




Comments


OUR OFFICE

HEAD OFFICE JAKARTA

Komplek Griya Inti Sentosa Jalan Griya Agung Blok M3, No 32-33 Jakarta Utara 14350, Indonesia

SUPPORT OFFICE CIKARANG

Ruko Cikarang Square  Jl. Raya Cikarang - Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

BRANCH OFFICE SIDOARJO

Kawasan Industri SIRIE Jl. Lingkar Timur Km 5.5 Blok F No 25-26 Sidoarjo 61234

BRANCH OFFICE BATAM

Kawasan industri tunas bizpark, Blk. E No.10, Belian, Kec. Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444

SUPPORT OFFICE LOMBOK

Jl. Pemuda No.28, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125.

Netmarks Indonesia logo, representing the company's commitment to providing high-quality IT solutions and services to businesses.

PT NETMARKS INDONESIA

We are here, on Customer's side

ISO 9001:2015 certification logo, signifying Netmarks Indonesia's adherence to international quality management standards.
ISO 27001:2022 certification logo, indicating Netmarks Indonesia's compliance with information security management standards

FOLLOW US

  • TikTok
  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Spotify

©2025 by PT NETMARKS INDONESIA

bottom of page