Penerapan Teknologi Virtual Reality Dalam Dunia Kesehatan


teknologi virtual reality dalam dunia kesehatan medis kedokteran

Teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Penerapan teknologi itu sendiri ada di berbagai bidang yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bidang industri, hiburan, pendidikan, hingga kesehatan. Salah satu contoh penggunaan teknologi di bidang kesehatan adalah mesin CT Scan, yang dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan tubuh. Selain itu, yang sangat umum kita jumpai adalah mesin USG (Ultrasonography), yang dapat digunakan untuk memeriksa kondisi kehamilan, mendeteksi berbagai masalah pada jaringan tubuh, organ-organ tubuh, maupun pembuluh darah. Selain teknologi tersebut, pesatnya perkembangan teknologi di era digital ini menciptakan teknologi baru yang masih cukup awam di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah teknologi Virtual Reality.


Virtual Reality (VR) merupakan sebuah teknologi yang dapat menghasilkan lingkungan virtual dan dapat digunakan untuk berinteraksi. Teknologi ini menciptakan persepsi dimana kita berada di tempat yang sama sekali berbeda. VR memerlukan perangkat khusus untuk dapat menampilkan dunia virtual. Contoh device yang sudah mendukung teknologi VR yaitu Oculus, Playstation VR, etc. Adanya teknologi Virtual Reality dapat memberikan manfaat untuk membantu aktivitas manusia, termasuk di dalam dunia kesehatan. Berikut merupakan penerapan teknologi Virtual Reality dalam dunia kesehatan:


1. Sarana pendidikan di bidang kesehatan


Penggunaan teknologi Virtual Reality dapat memberikan visualisasi secara nyata mengenai rekontruksi dari jaringan tubuh manusia secara rinci. Mulai dari jaringan otot, organ dalam, kerangka tubuh, dan lainnya. Selain itu, dapat juga memvisualisasikan kondisi dari suatu penyakit tertentu yang mungkin terjadi pada tubuh manusia.

Adanya efek visual yang nyata, dapat mempermudah manusia untuk dapat memahami materi-materi mengenai kondisi tubuh manusia. Sehingga, kita dapat melihat secara langsung proses yang terjadi di dalam tubuh manusia, dimanapun dan kapanpun.


2. Memberikan pelatihan (training) untuk tenaga medis


Selain sebagai sarana pendidikan, teknologi Virtual Reality ini juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan pelatihan atau training untuk tenaga medis. Sebagai contoh, kita dapat melakukan pembedahan terhadap pasien secara virtual tanpa menggunakan manusia secara langsung. Tentunya ini akan sangat membantu mengurangi risiko kematian terhadap pasien dan juga menghemat biaya.


3. Membatu perawatan pasien


Teknologi Virtual Reality dapat membantu tenaga medis untuk melakukan perawatan terhadap pasien dengan kondisi penyakit tertentu. Pasien kesehatan mental dengan kondisi trauma, misalnya. Sebagai contoh, seorang Ibu di Korea Selatan dapat bertemu kembali dengan anaknya yang sudah meninggal melalui virtual reality. Ia dapat berinteraksi dengan anaknya secara virtual. Mulai dari mengusap kepala, berbicara, hingga bergandengan tangan.


4. Sarana untuk terapi rehabilitasi


Virtual Reality juga dapat digunakan sebagai sarana untuk terapi dan rehabilitasi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu. Contoh kasusnya, untuk mengobati pasien dengan kondisi mental PTSD (Post Traumatic Disorder) pada korban serangan teror Gedung World Trade Center (WTC) di New York, AS pada 2001. Dalam studi peneliti University of Southern California Institute for Creative Technologies (ICT), yang ditampilkan di situs National Center for Biotechnology Information, ditemukan adanya dampak positif dari penerapan terapi trauma berbasis VR tersebut. Dalam terapi ini, peneliti menciptakan kembali tragedi teror itu secara virtual. Pada pasien korban serangan teror WTC, peneliti mengekspose kepada pasien PTSD dengan pesawat terbang virtual di sekitar WTC, kemudian menabrakkan pesawat ke gedung kembar dengan disertai ledakan animasi dan efek suara mirip seperti aslinya. Dalam terapi itu, peneliti juga menampilkan orang-orang yang melompat dari gedung secara virtual, gedung runtuh, dan muncul awan debu. Usai menyaksikan reka ulang virtual itu, peneliti menemukan terapi VR itu sukses mengurangi gejala PTSD akut.

461 views1 comment