Dalam banyak perusahaan, proses quality control masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas, spreadsheet terpisah, atau laporan yang dikumpulkan di akhir hari. Di lapangan, kondisi ini sering menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari human error saat pencatatan, data inspeksi yang tidak konsisten, hingga laporan yang terlambat diterima oleh manajemen. Akibatnya, potensi masalah kualitas sering terlambat terdeteksi dan berdampak pada efisiensi operasional serta