5 Tips Aman Bekerja Dari Rumah (Work From Home)

Updated: Jan 29

Sejumlah perusahaan di Indonesia telah menerapkan sistem bekerja dari rumah (WFH) sejak pertengahan tahun 2020 demi mencegah penularan COVID19 di perusahaan mereka. Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI, sebanyak lebih dari 3914 perusahaan sudah menerapkan sistem ini.


Perubahan Network berdampak pada keamanan bekerja dari rumah (WFH)

Faktor keamanan dari transisi WFO (Work From Office) ke WFH (Work From Home) dalam waktu yang sangat singkat perlu mendapat perhatian khusus. Dalam keadaan normal saja, memindahkan seluruh tenaga kerja dari lingkungan IT yang aman ke jaringan rumah dengan keamanan siber yang sangat sedikit (hampir tidak ada) akan membutuhkan perencanaan dan persiapan jangka panjang.


Masalahnya adalah perangkat Network di perusahaan tidak dirancang untuk mengelola koneksi VPN dalam jumlah yang banyak. Akibatnya banyak koneksi yang tidak aman. Meskipun telah dienkripsi, firewall yang ada tidak dapat memeriksa tunnel VPN untuk memastikan bahwa mereka tidak digunakan untuk mengirimkan malware.


Selain team IT yang bekerja keras menutup celah keamanan yang ada, partisipasi pekerja yang WFH juga sangat diperlukan. Berikut 5 tips aman bekerja dari rumah (WFH) yang dapat diterapkan :


1. Waspada terhadap PHISING

Saat bekerja dari rumah, peretas tahu bahwa kita mengandalkan informasi secara online seperti email dan chat group. Hal tersebut dapat memudahkan peretas untuk mencuri data dan informasi penting dengan metode PHISING. Maka dari itu jangan asal membuka email dan tautan yang mencurigakan atau berasal dari sumber yang tidak terpercaya.


2. Ganti password router/ modem WIFI anda

Ubah password default bawaan pabrik dengan password yang unik, panjang, mudah diingat, namun sulit ditebak. Pastikan password yang baru hanya diketahui orang-orang yang anda percayai.


3. Buat password yang sulit ditebak

Gunakan password yang berbeda-beda untuk setiap akun layanan yang kita gunakan. Mulai dari akun email, teleconference, database, dan sistem online lainnya. Selain itu akan lebih baik jika anda menggunakan fitur two-factor atau multi-factor authentication.


4. Update semua software

Peretas biasanya memanfaatkan celah keamanan dari software yang kita gunakan. Celah-celah keamanan ini akan selalu terbarukan (patched) melalui update-update yang disediakan oleh pengembang software. Terapkan pengaturan automatic update agar anda tidak lupa.


5. Batasi akses anak, keluarga dan tamu

Pastikan anggota keluarga memahami untuk tidak menggunakan perangkat elektronik pribadi anda. Anak-anak maupun orang lain di rumah, bisa saja tidak sengaja menghapus atau mengubah hasil kerja anda. Bahkan mereka bisa saja mengunduh file, software, atau game berbahaya ke dalam perangkat


Bagi IT Manager, Supervisor ataupun IT Security yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana mengamankan perusahaan anda selama bekerja dari rumah, ikuti webinar Cyber Security kami bersama Fortinet yang berjudul Fortinet's Teleworker Solution : Solusi Aman WFH untuk perusahaan.

https://www.netmarks.co.id/event-details/fortinets-teleworker-solution-solusi-wfh-aman-untuk-perusahaan


Sumber : CNN Indonesia, CNBC Indonesia, BSSN, Fortinet