AWS Public Cloud vs Hybrid Cloud: Mana yang Tepat untuk Perusahaan?
- Rani Bahiratun Azizah
- 5 days ago
- 6 min read

AWS Public Cloud umumnya lebih sesuai untuk perusahaan yang ingin mengurangi pengelolaan infrastruktur fisik, meningkatkan kapasitas dengan cepat, dan memanfaatkan layanan cloud modern. Sementara itu, hybrid cloud lebih tepat apabila perusahaan masih memiliki sistem on-premises, aplikasi legacy, kebutuhan latensi rendah, atau proses migrasi yang harus dilakukan secara bertahap.
Tidak ada pilihan yang selalu lebih murah atau lebih aman. Keputusan terbaik harus ditentukan berdasarkan karakteristik workload, kebutuhan bisnis, regulasi, kesiapan tim IT, serta Total Cost of Ownership atau TCO.
Apa Itu AWS Public Cloud?
AWS Public Cloud adalah penggunaan layanan Amazon Web Services yang dijalankan pada infrastruktur cloud AWS. Perusahaan dapat menggunakan layanan komputasi, penyimpanan, database, analitik, keamanan, hingga artificial intelligence tanpa harus membeli dan mengelola seluruh perangkat fisiknya sendiri.
Beberapa layanan yang umum digunakan meliputi:
Amazon EC2 untuk menjalankan virtual server
Amazon S3 untuk penyimpanan objek
Amazon RDS untuk database terkelola
AWS Lambda untuk menjalankan aplikasi tanpa mengelola server
Amazon Bedrock untuk membangun aplikasi generative AI
AWS Identity and Access Management untuk mengatur akses
Kapasitas dapat ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan, sedangkan biaya umumnya mengikuti layanan dan sumber daya yang digunakan.
Apa Itu Hybrid Cloud?
Hybrid cloud adalah arsitektur yang mengintegrasikan infrastruktur internal perusahaan, seperti server on-premises atau private cloud, dengan layanan public cloud.
Dalam arsitektur ini, aplikasi dan data dapat ditempatkan pada lingkungan yang berbeda sesuai kebutuhan. Contohnya, sistem produksi tetap berjalan di data center perusahaan, sedangkan backup, analitik, atau aplikasi baru dijalankan di AWS.
Hybrid cloud bukan pesaing AWS. AWS juga menyediakan layanan untuk membangun arsitektur hybrid yang menghubungkan lingkungan on-premises dengan AWS Cloud.
Perbedaan AWS Public Cloud dan Hybrid Cloud
Faktor | AWS Public Cloud | Hybrid Cloud |
Infrastruktur | Workload dijalankan di AWS | Workload tersebar di AWS dan on-premises |
Investasi hardware | Dapat dikurangi secara signifikan | Infrastruktur lokal tetap diperlukan |
Skalabilitas | Cepat dan fleksibel | Fleksibel, tetapi lebih kompleks |
Sistem legacy | Mungkin perlu dimigrasi atau dimodernisasi | Dapat dipertahankan dan diintegrasikan |
Operasional | Lebih terpusat di cloud | Mengelola dua lingkungan sekaligus |
Latensi lokal | Bergantung pada konektivitas dan arsitektur | Cocok untuk proses yang harus dekat dengan perangkat |
Keamanan | Mengikuti model tanggung jawab bersama | Membutuhkan kontrol yang konsisten di dua lingkungan |
Biaya | Berbasis penggunaan layanan AWS | Mencakup biaya AWS dan infrastruktur lokal |
Kesesuaian | Aplikasi baru dan workload yang fleksibel | Legacy system, edge workload, atau migrasi bertahap |
Mana yang Lebih Menguntungkan?
AWS Public Cloud cenderung lebih menguntungkan apabila perusahaan ingin mengurangi investasi awal untuk server, storage, dan data center. Model berbasis penggunaan juga memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan.
Namun, penggunaan cloud tidak otomatis membuat biaya selalu lebih murah. Pengeluaran dapat meningkat apabila resource tidak dipantau, kapasitas terlalu besar, data transfer tinggi, atau workload terus berjalan tanpa strategi optimalisasi.
Hybrid cloud juga tidak otomatis lebih hemat. Perusahaan tetap harus menanggung biaya seperti:
Pembelian dan perawatan hardware
Listrik serta ruang data center
Lisensi software
Konektivitas antara on-premises dan AWS
Backup dan disaster recovery
Tenaga IT untuk mengelola kedua lingkungan
Pembaruan perangkat dan sistem operasi
Monitoring serta keamanan lintas lingkungan
Karena itu, perbandingan harus dilakukan menggunakan TCO yang mencakup biaya teknologi, tenaga kerja, risiko downtime, migrasi, keamanan, dan operasional dalam beberapa tahun.
Perusahaan dapat menggunakan AWS Pricing Calculator untuk membuat estimasi biaya AWS berdasarkan skenario penggunaan. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan biaya infrastruktur lokal yang sedang digunakan.
Kapan Sebaiknya Memilih AWS Public Cloud?
AWS Public Cloud lebih sesuai apabila perusahaan:
Sedang membangun aplikasi baru
Membutuhkan kapasitas yang dapat berubah dengan cepat
Ingin mengurangi pengelolaan hardware
Tidak memiliki ketergantungan besar terhadap sistem lokal
Membutuhkan layanan database, analitik, AI, atau serverless
Memiliki banyak pengguna dari lokasi berbeda
Ingin mempercepat pengembangan dan deployment aplikasi
Siap memigrasikan atau memodernisasi workload
Public cloud juga dapat digunakan oleh industri yang memiliki regulasi ketat selama arsitektur, layanan, lokasi penyimpanan, akses, enkripsi, dan proses pengelolaannya memenuhi persyaratan yang berlaku.
Keamanan dan kepatuhan di AWS mengikuti Shared Responsibility Model. AWS bertanggung jawab melindungi infrastruktur cloud, sedangkan pelanggan tetap bertanggung jawab atas data, identitas, aplikasi, sistem operasi tertentu, serta konfigurasi layanan yang digunakan.
Kapan Sebaiknya Memilih Hybrid Cloud?
Hybrid cloud lebih sesuai apabila perusahaan:
Masih memiliki aplikasi legacy yang sulit dimigrasikan
Membutuhkan proses migrasi secara bertahap
Memiliki workload yang harus beroperasi dekat dengan mesin atau perangkat
Membutuhkan latensi lokal yang sangat rendah
Memiliki ketergantungan pada database atau sistem on-premises
Menjalankan aplikasi yang belum siap dipindahkan sepenuhnya
Memerlukan integrasi antara data center, kantor cabang, dan AWS
Memiliki persyaratan penempatan atau pemrosesan data tertentu
Hybrid cloud dapat menjadi arsitektur jangka panjang atau tahap transisi menuju cloud. Pilihannya perlu ditentukan per workload, bukan diterapkan sama rata untuk seluruh sistem perusahaan.
Layanan AWS untuk Hybrid Cloud
AWS menyediakan beberapa layanan yang dapat digunakan untuk menghubungkan infrastruktur lokal dengan AWS Cloud.
AWS Direct Connect
AWS Direct Connect menyediakan koneksi jaringan khusus antara lingkungan perusahaan dan AWS. Koneksi ini dapat memberikan performa yang lebih konsisten dibandingkan koneksi melalui internet publik.
AWS Site-to-Site VPN
AWS Site-to-Site VPN menggunakan koneksi terenkripsi untuk menghubungkan jaringan perusahaan dengan Amazon Virtual Private Cloud. Layanan ini dapat digunakan sebagai koneksi utama untuk kebutuhan tertentu atau sebagai jalur cadangan.
AWS Outposts
AWS Outposts menghadirkan infrastruktur dan layanan AWS ke lokasi perusahaan. Solusi ini cocok untuk workload yang membutuhkan latensi rendah, pemrosesan lokal, atau integrasi erat dengan sistem on-premises.
AWS Storage Gateway
AWS Storage Gateway menghubungkan aplikasi on-premises dengan penyimpanan AWS. Layanan ini dapat digunakan untuk backup, arsip, file sharing berbasis storage, dan pemindahan data tanpa harus langsung mengubah seluruh aplikasi.
Contoh Implementasi AWS Public Cloud dan Hybrid Cloud
Capital One: Migrasi Sepenuhnya ke AWS Cloud
Capital One menutup delapan data center on-premises dan memigrasikan infrastrukturnya ke AWS. Berdasarkan studi kasus AWS, migrasi tersebut membantu Capital One mempercepat pembangunan development environment dari beberapa bulan menjadi hitungan menit.
Perusahaan juga mencatat perbaikan waktu disaster recovery sebesar 70% dalam pengujian serta pengurangan 50% pada kesalahan transaksi dan waktu penyelesaian insiden kritis.
Studi kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan pada industri dengan regulasi ketat dapat menjalankan strategi full cloud apabila migrasi dilakukan dengan perencanaan, modernisasi aplikasi, dan tata kelola yang tepat.
British American Tobacco: Hybrid Cloud dengan AWS Outposts
British American Tobacco menggunakan AWS Outposts untuk workload pabrik yang memerlukan koneksi berlatensi rendah ke peralatan lokal atau harus tetap diproses di lokasi tertentu.
Implementasi tersebut menghasilkan latensi jaringan sekitar 1–3 milidetik dan penghematan biaya yang dilaporkan mencapai 45%. Contoh ini menunjukkan bahwa hybrid cloud relevan ketika proses operasional harus tetap dekat dengan perangkat fisik tetapi perusahaan tetap ingin menggunakan layanan dan pengelolaan AWS.
Cara Menentukan Arsitektur yang Tepat
Sebelum memilih public cloud atau hybrid cloud, perusahaan sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:
Membuat inventaris aplikasi, server, database, dan dependensi.
Mengelompokkan workload berdasarkan tingkat kritis dan sensitivitas data.
Mengukur kebutuhan performa, latensi, kapasitas, dan availability.
Memeriksa regulasi serta kebijakan penempatan data yang berlaku.
Membandingkan TCO AWS dengan infrastruktur saat ini.
Menilai kesiapan tim, proses operasional, dan keamanan.
Menentukan workload yang dapat dimigrasikan, dimodernisasi, atau dipertahankan.
Memulai dengan proof of concept sebelum implementasi skala besar.
Hasil assessment dapat menunjukkan bahwa perusahaan tidak harus memilih satu pendekatan untuk seluruh sistem. Sebagian workload dapat langsung dipindahkan ke AWS, sementara sistem lainnya tetap di lingkungan lokal sampai siap dimigrasikan.
Kesimpulan
AWS Public Cloud lebih cocok untuk perusahaan yang mengutamakan skalabilitas, pengembangan cepat, pengurangan pengelolaan hardware, dan akses ke layanan cloud modern.
Hybrid cloud lebih tepat ketika perusahaan masih memiliki sistem legacy, memerlukan latensi lokal, mempunyai ketergantungan terhadap perangkat fisik, atau ingin melakukan migrasi secara bertahap.
Pilihan yang paling menguntungkan bukan ditentukan oleh tren, tetapi oleh hasil workload assessment dan perhitungan TCO. Dalam beberapa kondisi, strategi terbaik justru mengombinasikan keduanya dan memindahkan workload secara bertahap berdasarkan kesiapan bisnis.
Netmarks Indonesia dapat membantu perusahaan melakukan assessment, menghitung kebutuhan cloud, menyusun arsitektur, melakukan migrasi, serta mengoptimalkan lingkungan AWS.
Hubungi Netmarks Indonesia untuk berkonsultasi mengenai AWS Public Cloud atau Hybrid Cloud sesuai kebutuhan perusahaan Anda.
Sumber
FAQ AWS Public Cloud dan Hybrid Cloud
Apakah hybrid cloud lebih aman daripada public cloud?
Tidak selalu. Hybrid cloud memberikan kontrol tambahan atas penempatan workload, tetapi juga meningkatkan kompleksitas jaringan, akses, monitoring, dan konfigurasi. Tingkat keamanan bergantung pada desain serta pengelolaannya.
Apakah AWS Public Cloud selalu lebih murah?
Tidak. AWS dapat mengurangi investasi hardware dan memberikan fleksibilitas biaya. Namun, perusahaan tetap harus mengoptimalkan resource, storage, data transfer, lisensi, serta pola penggunaan agar pengeluaran tetap terkendali.
Apakah perusahaan harus memindahkan semua sistem ke cloud?
Tidak. Setiap workload dapat memiliki kebutuhan berbeda. Aplikasi baru mungkin cocok dijalankan di cloud, sedangkan sistem legacy atau workload dengan kebutuhan latensi lokal dapat dipertahankan dalam arsitektur hybrid.
Apa perbedaan hybrid cloud dan multi-cloud?
Hybrid cloud mengintegrasikan infrastruktur on-premises dengan public cloud. Multi-cloud menggunakan layanan dari lebih dari satu penyedia public cloud. Sebuah perusahaan dapat menggunakan hybrid cloud sekaligus multi-cloud.
