4 Cara IP-guard Meningkatkan Keamanan Endpoint dan Mencegah Kebocoran Data
- Rani Bahiratun Azizah

- Jul 24
- 5 min read

Perusahaan menyimpan dan memproses berbagai informasi penting melalui laptop, komputer, server, aplikasi, serta perangkat penyimpanan yang digunakan oleh karyawan. Semakin banyak perangkat yang terhubung, semakin besar pula risiko data perusahaan diakses, disalin, atau dikirimkan oleh pihak yang tidak berkepentingan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, pengendali dan prosesor data pribadi memiliki kewajiban untuk melindungi data pribadi yang mereka proses. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat menimbulkan sanksi administratif dan, untuk pelanggaran tertentu, sanksi pidana sesuai peraturan yang berlaku.
Pembahasan selengkapnya mengenai regulasi tersebut dapat dibaca dalam artikel Mengenal UU PDP serta Dampaknya bagi Bisnis.
Untuk mengurangi risiko kebocoran data, perusahaan umumnya menggunakan firewall untuk mengamankan perimeter jaringan dan antivirus atau endpoint protection untuk mendeteksi malware. Namun, perlindungan tersebut belum tentu cukup untuk menghadapi risiko yang berasal dari dalam organisasi.
Kebocoran data juga dapat terjadi ketika pengguna menyalin dokumen ke USB, mengunggah file ke layanan cloud pribadi, mencetak dokumen rahasia, mengirimkan file melalui email, atau membagikannya melalui aplikasi pesan instan.
Untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas tersebut, perusahaan dapat menggunakan solusi IP-guard dari Netmarks Indonesia.
1. Meningkatkan Keamanan Jaringan
Akses jaringan menjadi salah satu jalur yang paling sering digunakan untuk memindahkan informasi perusahaan. Data dapat dikirim melalui website, layanan penyimpanan cloud, email pribadi, aplikasi pesan instan, file sharing, atau koneksi ke perangkat lain.
Melalui fitur network dan internet management, perusahaan dapat mengatur serta memonitor aktivitas seperti:
Website yang dikunjungi pengguna.
Aktivitas upload dan download.
Penggunaan port atau koneksi jaringan tertentu.
Akses ke layanan penyimpanan cloud.
Penggunaan aplikasi file sharing.
Komunikasi melalui aplikasi pesan instan.
Perangkat yang mencoba terhubung ke jaringan internal.
Perusahaan juga dapat menerapkan kebijakan agar hanya perangkat yang telah dikelola dan memenuhi persyaratan keamanan yang dapat mengakses resource internal.
Pada skema kerja jarak jauh, perangkat karyawan dapat dipasangi agent IP-guard sebelum memperoleh akses melalui VPN, remote desktop, atau virtual desktop. Dengan cara tersebut, aktivitas pengguna tetap dapat dicatat meskipun pekerjaan dilakukan dari luar kantor.
Pengendalian ini membantu perusahaan mengurangi risiko pengguna mengunggah atau mengirimkan dokumen perusahaan melalui saluran yang tidak diizinkan.
Informasi mengenai kemampuan pengelolaan jaringan dan endpoint dapat dilihat pada halaman resmi IP-guard Endpoint Security Management.
2. Mengontrol Perangkat dan Kondisi Endpoint
Keamanan endpoint tidak hanya bergantung pada identitas pengguna. Kondisi perangkat yang digunakan juga harus diperhatikan.
Komputer dengan sistem operasi yang tidak diperbarui, software tidak dikenal, atau patch keamanan yang tertinggal dapat menjadi celah masuk bagi malware dan penyerang.
Melalui modul asset management, IP-guard dapat membantu perusahaan:
Menginventarisasi hardware dan software.
Mencatat perubahan perangkat keras dan aplikasi.
Memindai patch Microsoft yang belum terpasang.
Mendeteksi kerentanan sistem.
Mendistribusikan software dari console terpusat.
Memasang pembaruan pada perangkat yang dikelola.
Penjelasan lebih lanjut mengenai kemampuan tersebut tersedia pada halaman IP-guard Asset Management.
Selain kondisi sistem, perusahaan juga perlu mengontrol perangkat eksternal yang terhubung ke endpoint, seperti USB flash drive, hard disk eksternal, smartphone, Bluetooth, wireless adapter, dan perangkat penyimpanan lainnya.
Administrator dapat menentukan perangkat yang diizinkan, hak akses pengguna, serta tindakan yang dapat dilakukan terhadap perangkat tersebut.
Sebagai contoh, perusahaan dapat menerapkan kebijakan:
Memblokir seluruh USB yang tidak terdaftar.
Memberikan akses read-only.
Mengizinkan USB tertentu berdasarkan identitas perangkat.
Membatasi penggunaan perangkat berdasarkan divisi.
Mengenkripsi data yang disimpan pada removable storage.
Mencatat aktivitas transfer data ke perangkat eksternal.
Kemampuan ini penting bagi perusahaan yang menerapkan kebijakan Bring Your Own Device atau BYOD. Perangkat pribadi yang digunakan untuk bekerja tetap harus mengikuti kebijakan keamanan sebelum mengakses data atau sistem perusahaan.
Informasi lengkap mengenai pengendalian USB dan perangkat eksternal dapat dilihat melalui IP-guard Removable Storage Management.
3. Melindungi Data dan Memonitor Aktivitas Dokumen
Dokumen perusahaan dapat mengalami kebocoran tanpa harus melewati serangan siber yang kompleks. Pengguna cukup menyalin, mengganti nama, menghapus, mencetak, atau mengirimkan dokumen melalui saluran yang tidak terkontrol.
IP-guard menyediakan document event log yang membantu administrator mengetahui aktivitas terhadap dokumen, termasuk:
Membuat dokumen.
Membuka file.
Memodifikasi isi file.
Menyalin dan memindahkan file.
Mengganti nama dokumen.
Menghapus file.
Mencetak dokumen.
Mengirimkan file melalui saluran tertentu.
Log dapat memuat informasi seperti nama pengguna, nama perangkat, waktu aktivitas, lokasi file, nama dokumen, dan tindakan yang dilakukan.
Dengan informasi tersebut, tim IT atau keamanan dapat menelusuri kronologi aktivitas ketika terjadi kehilangan atau dugaan kebocoran data.
Penjelasan mengenai fitur pencatatan dan pengendalian dokumen tersedia pada halaman IP-guard Document Management. Untuk perlindungan yang lebih kuat, perusahaan juga dapat menerapkan enkripsi transparan terhadap dokumen penting.
Dokumen dapat dienkripsi secara otomatis ketika dibuat atau disimpan pada lingkungan yang telah ditentukan. File tersebut hanya dapat dibuka oleh pengguna dan perangkat yang memiliki hak akses.
Perusahaan dapat mengatur kebijakan berdasarkan:
Divisi atau kelompok pengguna.
Tingkat kerahasiaan dokumen.
Jenis file.
Lokasi penyimpanan.
Perangkat yang digunakan.
Tujuan penggunaan dokumen.
Dengan pendekatan ini, dokumen yang disalin keluar dari lingkungan perusahaan tetap tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak memiliki otorisasi. Kemampuan enkripsi dan pengendalian data tersebut merupakan bagian dari IP-guard Data Loss Prevention Solution.
4. Menjaga Kerahasiaan dan Mempermudah Audit
Tidak semua kebocoran informasi terjadi melalui penyalinan file. Informasi juga dapat dibocorkan melalui screenshot, foto layar, hasil cetak, email, atau aplikasi pesan instan.
IP-guard menyediakan screen watermark yang dapat menampilkan informasi tertentu pada layar pengguna, seperti:
Username.
Nama komputer.
Alamat IP.
Waktu akses.
Informasi lain yang ditentukan perusahaan.
Watermark tidak selalu dapat mencegah pengguna mengambil foto atau screenshot. Namun, informasi yang ditampilkan dapat memberikan efek pencegahan sekaligus membantu perusahaan menelusuri sumber kebocoran.
Informasi mengenai fitur tersebut tersedia pada halaman IP-guard Application Management.
Perusahaan juga dapat mengatur kebijakan terhadap aktivitas lain, seperti:
Membatasi pencetakan dokumen.
Mencatat nama dokumen yang dicetak.
Mengontrol penggunaan email.
Membatasi pengiriman file melalui instant messaging.
Memblokir aplikasi tertentu.
Membuat salinan cadangan dokumen sensitif.
Mencatat aktivitas layar dan aplikasi.
Memberikan peringatan ketika terjadi pelanggaran kebijakan.
Log tersebut dapat digunakan untuk investigasi keamanan, audit internal, evaluasi kepatuhan, dan pengumpulan bukti ketika terjadi insiden.
Manfaat IP-guard bagi Perusahaan
Implementasi IP-guard dapat membantu perusahaan memperoleh manfaat berikut:
Meningkatkan Visibilitas Endpoint
Tim IT dapat mengetahui perangkat, aplikasi, aktivitas dokumen, dan saluran komunikasi yang digunakan oleh pengguna.
Mengurangi Risiko Insider Threat
Aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebocoran data dapat dicatat, dibatasi, atau diblokir berdasarkan kebijakan perusahaan.
Mengontrol Penggunaan Perangkat Eksternal
USB dan perangkat penyimpanan lain dapat dibatasi berdasarkan identitas perangkat, pengguna, dan tingkat akses.
Melindungi Dokumen Rahasia
Enkripsi membantu memastikan dokumen tetap tidak dapat dibaca ketika dipindahkan ke perangkat atau lokasi yang tidak diizinkan.
Mendukung Audit dan Investigasi
Log aktivitas membantu perusahaan mengetahui siapa yang mengakses data, tindakan yang dilakukan, serta kapan aktivitas tersebut terjadi.
Mendukung Kepatuhan Keamanan Data
Kontrol teknis, enkripsi, pencatatan aktivitas, dan pembatasan akses dapat menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam melindungi data pribadi maupun informasi bisnis.
Kesimpulan
Firewall dan antivirus tetap menjadi bagian penting dari keamanan perusahaan. Namun, perusahaan juga perlu mengantisipasi risiko kebocoran data yang berasal dari aktivitas pengguna dan perangkat endpoint.
IP-guard membantu perusahaan meningkatkan keamanan endpoint melalui pengendalian jaringan, manajemen perangkat, pencatatan aktivitas dokumen, enkripsi, watermark, serta pemantauan saluran yang berpotensi digunakan untuk memindahkan informasi.
Penerapan kebijakan yang tepat dapat membantu perusahaan mengurangi risiko kehilangan data, memperkuat proses audit, serta menjaga informasi rahasia agar hanya digunakan oleh pihak yang berwenang.
Konsultasikan Implementasi IP-guard
Setiap perusahaan memiliki jenis data, struktur pengguna, perangkat, dan kebijakan keamanan yang berbeda. Oleh karena itu, implementasi IP-guard perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko masing-masing organisasi. PT Netmarks Indonesia dapat membantu perusahaan melakukan asesmen, perencanaan, implementasi, dan konfigurasi IP-guard.
Silakan isi formulir Contact Us Netmarks Indonesia, kirim email ke marketing@netmarks.co.id, atau hubungi tim Netmarks melalui WhatsApp untuk mendiskusikan kebutuhan keamanan endpoint perusahaan Anda.



Comments