top of page

FortiGate Firewall untuk Industri Keuangan dan Kesehatan: Fitur dan Manfaatnya

  • Writer: Rani Bahiratun Azizah
    Rani Bahiratun Azizah
  • Jul 27
  • 5 min read
Headlines Fortinet Firewall

FortiGate Next-Generation Firewall atau NGFW membantu institusi keuangan dan kesehatan melindungi data sensitif melalui segmentasi jaringan, intrusion prevention, application control, inspeksi trafik terenkripsi, Data Loss Prevention, dan pencatatan aktivitas keamanan.


Berbagai kemampuan tersebut dapat mendukung penerapan kontrol keamanan dan kepatuhan. Namun, penggunaan firewall tidak secara otomatis membuat organisasi patuh terhadap seluruh regulasi. Kepatuhan tetap membutuhkan kombinasi teknologi, kebijakan, proses, sumber daya manusia, dan audit berkala.


Apa Itu FortiGate Next-Generation Firewall?

FortiGate adalah Next-Generation Firewall dari Fortinet yang dirancang untuk melindungi pengguna, perangkat, aplikasi, dan data pada lingkungan on-premises, cloud, maupun hybrid.


Berbeda dari firewall konvensional yang terutama mengatur lalu lintas berdasarkan alamat IP dan port, FortiGate NGFW dapat mengidentifikasi aplikasi, memeriksa konten, mendeteksi eksploitasi, serta menerapkan kebijakan berdasarkan pengguna dan perangkat.


FortiGate juga didukung oleh FortiGuard AI-Powered Security Services untuk membantu mengenali malware, aktivitas berbahaya, dan ancaman baru secara lebih cepat.



Mengapa Industri Keuangan dan Kesehatan Membutuhkan NGFW?

Ilustrasi Fortinet Firewall
Ilustrasi Fortinet Firewall Untuk Industri Keuangan dan Kesehatan

Industri keuangan menangani data transaksi, informasi nasabah, kredensial pengguna, dan data pembayaran. Gangguan pada jaringan dapat menyebabkan terhentinya transaksi, kerugian finansial, serta menurunnya kepercayaan pelanggan.


Sementara itu, industri kesehatan mengelola rekam medis elektronik, data identitas pasien, informasi diagnosis, sistem rumah sakit, dan perangkat medis yang saling terhubung. Serangan siber tidak hanya berisiko menyebabkan kebocoran data, tetapi juga dapat mengganggu pelayanan pasien.


Kedua industri tersebut membutuhkan perlindungan yang mampu:

  • Membatasi akses ke sistem penting

  • Memisahkan jaringan berdasarkan fungsi dan tingkat risiko

  • Mendeteksi eksploitasi serta malware

  • Memeriksa lalu lintas terenkripsi

  • Menyediakan log untuk pemantauan dan audit

  • Menjaga konsistensi kebijakan di kantor pusat, cabang, data center, dan cloud


Regulasi Keamanan Data yang Perlu Diperhatikan

Perusahaan Indonesia perlu menyesuaikan kontrol keamanan dengan regulasi yang berlaku berdasarkan sektor dan jenis data yang diproses.

  1. Industri Keuangan

    Institusi keuangan dapat mengacu pada beberapa ketentuan berikut:

    • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

    • POJK Nomor 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum

    • SEOJK Nomor 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber bagi Bank Umum

    • PCI DSS 4.0.1 untuk organisasi yang menyimpan, memproses, atau mengirimkan data kartu pembayaran

  2. Industri Kesehatan

    Fasilitas pelayanan kesehatan perlu memperhatikan:

    • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

    • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis

    • Kebijakan internal terkait akses, penyimpanan, dan kerahasiaan data pasien

HIPAA dapat menjadi referensi tambahan apabila organisasi termasuk dalam cakupan entitas yang diatur di Amerika Serikat. Namun, HIPAA bukan regulasi utama bagi seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.


Bagaimana Cara Kerja FortiGate Firewall?

Secara sederhana, FortiGate ditempatkan pada titik strategis jaringan untuk memeriksa lalu lintas yang masuk dan keluar.


Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Pengguna, cabang, aplikasi, atau perangkat mengirimkan permintaan akses.

  2. FortiGate memeriksa identitas, alamat, aplikasi, konten, dan pola trafik.

  3. Kebijakan keamanan menentukan apakah trafik diizinkan, dibatasi, dicatat, atau diblokir.

  4. Aktivitas dan insiden dapat diteruskan ke sistem pengelolaan dan analisis untuk kebutuhan monitoring serta audit.


Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat menerapkan kontrol yang konsisten tanpa memperlakukan seluruh pengguna dan perangkat dengan tingkat akses yang sama.


Fitur FortiGate untuk Melindungi Data Sensitif

  1. Segmentasi Jaringan

    Segmentasi memisahkan sistem berdasarkan fungsi dan tingkat risikonya. Institusi keuangan dapat memisahkan jaringan pengguna, ATM, payment environment, dan core banking.

    Rumah sakit dapat memisahkan jaringan staf, pasien, rekam medis elektronik, perangkat medis, dan akses vendor. Jika terjadi insiden pada satu bagian jaringan, segmentasi membantu membatasi penyebarannya.

  2. Intrusion Prevention System

    Intrusion Prevention System atau IPS membantu mendeteksi dan memblokir upaya eksploitasi kerentanan sebelum mencapai server, aplikasi, atau perangkat yang dilindungi.

  3. SSL/TLS Inspection

    Banyak komunikasi internet telah menggunakan enkripsi. Penyerang juga dapat memanfaatkan trafik terenkripsi untuk menyembunyikan malware atau aktivitas berbahaya.

    Dengan konfigurasi yang tepat, FortiGate dapat memeriksa trafik terenkripsi sesuai kebijakan perusahaan. Penerapannya perlu mempertimbangkan privasi, kapasitas perangkat, sertifikat, dan dampaknya terhadap performa jaringan.

  4. Application Control dan Web Filtering

    Application control membantu perusahaan mengenali serta mengendalikan aplikasi yang digunakan dalam jaringan. Web filtering dapat membatasi akses menuju kategori situs atau alamat yang berisiko.

    Kontrol tersebut berguna untuk mengurangi penggunaan aplikasi tidak resmi dan mencegah akses menuju sumber ancaman.

  5. Data Loss Prevention

    Profil Data Loss Prevention atau DLP dapat digunakan untuk mengenali pola data sensitif yang melewati jaringan. Contohnya meliputi nomor kartu pembayaran atau format data tertentu yang telah ditentukan perusahaan.

    Kemampuan DLP bergantung pada versi FortiOS, konfigurasi, inspeksi trafik, dan layanan yang digunakan.

  6. Monitoring dan Manajemen Terpusat

    FortiManager dapat membantu mengelola perangkat dan kebijakan keamanan secara terpusat. Sementara itu, FortiAnalyzer dapat mengumpulkan serta menganalisis log untuk mendukung investigasi, pelaporan, dan audit.

    Pendekatan terpusat membantu perusahaan yang memiliki banyak cabang menjaga konsistensi konfigurasi dan mengurangi risiko kesalahan pengaturan.


Contoh Penerapan FortiGate

Kebutuhan

Industri keuangan

Industri kesehatan

Segmentasi

Memisahkan cabang, ATM, payment environment, dan core banking

Memisahkan jaringan staf, pasien, rekam medis, dan perangkat medis

Kontrol akses

Membatasi akses berdasarkan peran dan kebutuhan kerja

Membatasi akses dokter, staf, vendor, dan pihak ketiga

Deteksi ancaman

Melindungi transaksi dan aplikasi dari eksploitasi

Melindungi sistem rumah sakit dari malware dan ransomware

Audit

Mencatat aktivitas jaringan dan perubahan kebijakan

Menyediakan log akses dan aktivitas keamanan

Konektivitas

Menghubungkan kantor pusat dan cabang secara aman

Menghubungkan rumah sakit, klinik, laboratorium, dan cloud


Cara Memilih FortiGate yang Tepat

Pemilihan FortiGate sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah pengguna. Tim IT juga perlu mempertimbangkan:


  • Kecepatan koneksi internet dan trafik internal

  • Throughput ketika fitur keamanan diaktifkan

  • Jumlah concurrent session

  • Kebutuhan SSL inspection

  • Jumlah cabang dan koneksi VPN

  • Port serta interface yang diperlukan

  • High availability dan kebutuhan redundansi

  • Integrasi dengan cloud, SIEM, endpoint, dan perangkat lain

  • Jenis subscription FortiGuard yang dibutuhkan


Pengukuran kebutuhan sejak awal membantu perusahaan menghindari perangkat yang terlalu kecil atau kapasitas yang jauh melebihi kebutuhan.


Apakah FortiGate Menjamin Kepatuhan Regulasi?

FortiGate dapat membantu menerapkan kontrol teknis seperti segmentasi, pencegahan intrusi, filtering, pencatatan log, dan perlindungan data. Namun, perangkat firewall tidak dapat menjamin kepatuhan secara otomatis.


Organisasi tetap membutuhkan:

  • Kebijakan keamanan informasi

  • Manajemen identitas dan hak akses

  • Perlindungan endpoint

  • Backup dan disaster recovery

  • Vulnerability assessment

  • Pemantauan serta respons insiden

  • Pelatihan keamanan bagi karyawan

  • Evaluasi dan audit secara berkala


Karena itu, implementasi FortiGate sebaiknya menjadi bagian dari strategi keamanan berlapis dan bukan satu-satunya sistem perlindungan.


Kesimpulan

FortiGate NGFW membantu institusi keuangan dan kesehatan meningkatkan perlindungan jaringan melalui segmentasi, IPS, SSL inspection, application control, DLP, serta monitoring terpusat.


Implementasi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko serangan, menjaga ketersediaan layanan, dan mendukung penerapan kontrol keamanan yang dibutuhkan perusahaan. Namun, hasilnya tetap bergantung pada desain, kapasitas perangkat, konfigurasi, subscription, monitoring, serta proses keamanan organisasi.


PT Netmarks Indonesia siap membantu perusahaan melakukan assessment, memilih perangkat FortiGate, menyusun arsitektur, melakukan implementasi, dan mengoptimalkan kebijakan keamanan sesuai kebutuhan.

Hubungi Netmarks Indonesia untuk berkonsultasi mengenai implementasi atau pembaruan FortiGate di perusahaan Anda.


Sumber


FAQ tentang FortiGate Firewall

  1. Apa perbedaan firewall biasa dan FortiGate NGFW?

    Firewall biasa umumnya mengatur trafik berdasarkan alamat IP, port, dan protokol. FortiGate NGFW menambahkan kemampuan seperti application control, IPS, web filtering, inspeksi trafik terenkripsi, dan integrasi threat intelligence.

  2. Apakah FortiGate dapat mendukung PCI DSS?

    FortiGate dapat membantu menerapkan beberapa kontrol teknis yang relevan terhadap PCI DSS, seperti segmentasi, filtering, logging, dan intrusion prevention. Kepatuhan tetap harus dinilai berdasarkan seluruh persyaratan PCI DSS yang berlaku.

  3. Apakah FortiGate cocok untuk rumah sakit?

    Ya. FortiGate dapat digunakan untuk memisahkan jaringan staf, pasien, rekam medis, dan perangkat medis serta mengendalikan akses di antara jaringan tersebut. Desainnya perlu disesuaikan dengan arsitektur, kebutuhan ketersediaan, dan risiko setiap fasilitas kesehatan.

  4. Apakah FortiGate dapat digunakan di cloud?

    FortiGate tersedia dalam bentuk perangkat fisik dan virtual sehingga dapat diterapkan pada data center, lingkungan cloud, maupun arsitektur hybrid.

Comments


OUR OFFICE

HEAD OFFICE JAKARTA

Komplek Griya Inti Sentosa Jalan Griya Agung Blok M3, No 32-33 Jakarta Utara 14350, Indonesia

SUPPORT OFFICE CIKARANG

Ruko Cikarang Square  Jl. Raya Cikarang - Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

BRANCH OFFICE SIDOARJO

Kawasan Industri SIRIE Jl. Lingkar Timur Km 5.5 Blok F No 25-26 Sidoarjo 61234

BRANCH OFFICE BATAM

Kawasan industri tunas bizpark, Blk. E No.10, Belian, Kec. Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444

SUPPORT OFFICE LOMBOK

Jl. Pemuda No.28, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125.

Netmarks Indonesia logo, representing the company's commitment to providing high-quality IT solutions and services to businesses.

PT NETMARKS INDONESIA

We are here, on Customer's side

ISO 9001:2015 certification logo, signifying Netmarks Indonesia's adherence to international quality management standards.
ISO 27001:2022 certification logo, indicating Netmarks Indonesia's compliance with information security management standards

FOLLOW US

  • TikTok
  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Spotify

©2025 by PT NETMARKS INDONESIA

bottom of page