top of page

Apa Itu Cisco Meraki? Cara Kerja, Produk, Kelebihan, dan Lisensinya

Writer: Rani Bahiratun Azizah
Rani Bahiratun Azizah
Jul 17
10 min read

Updated: Jul 28

Cover artikel Apa itu Cisco Meraki  platform untuk mengelola jaringan perusahaan berbasis cloud melalui Cisco Meraki Dashboard
Quick Answer : Cisco Meraki adalah platform dan portofolio perangkat IT dari Cisco yang pengelolaannya dilakukan melalui cloud. Melalui Meraki Dashboard, perusahaan dapat mengonfigurasi, memantau, dan menangani jaringan wireless, switch, security appliance, SD-WAN, cellular gateway, kamera, sensor, serta endpoint dari satu Dashboard utama.

Pengelolaan jaringan menjadi semakin kompleks ketika perusahaan memiliki banyak kantor, cabang, gudang, perangkat, dan pengguna yang tersebar di berbagai lokasi.


Tim IT tidak hanya perlu memastikan koneksi tetap tersedia, tetapi juga harus mengelola konfigurasi, keamanan, pembaruan firmware, pemantauan performa, dan troubleshooting secara konsisten.


Cisco Meraki hadir sebagai platform cloud-managed IT yang memungkinkan berbagai perangkat jaringan dan Internet of Things atau IoT dikelola melalui dashboard terpusat.


Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja Cisco Meraki? Apakah seluruh traffic jaringan dikirim ke cloud? Apa saja produknya, dan apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakannya?


Apa Itu Cisco Meraki?

Cisco Meraki adalah platform cloud-managed IT yang menggabungkan perangkat jaringan, perangkat IoT, software pengelolaan, lisensi, dan layanan pendukung dalam satu ekosistem.


Berbeda dari pengelolaan jaringan yang sepenuhnya bergantung pada konfigurasi lokal di setiap perangkat, Cisco Meraki memungkinkan administrator melakukan sebagian besar pekerjaan melalui Meraki Dashboard.


Melalui dashboard tersebut, administrator dapat:

  • Melihat status perangkat di berbagai lokasi.

  • Membuat dan mengubah konfigurasi jaringan.

  • Menerapkan kebijakan ke beberapa cabang.

  • Memantau penggunaan jaringan.

  • Mendapatkan notifikasi gangguan.

  • Menjalankan troubleshooting jarak jauh.

  • Mengatur pembaruan firmware.

  • Mengelola hak akses administrator.

  • Mengintegrasikan jaringan dengan aplikasi lain melalui API.


Cisco saat ini juga mengembangkan pengelolaan Meraki sebagai bagian dari platform jaringan yang lebih luas, termasuk integrasi dengan teknologi Cisco Catalyst, assurance, dan operasi jaringan berbantuan AI. Ketersediaan setiap kemampuan tetap bergantung pada produk, lisensi, dan tahap implementasinya.


Bagaimana Cara Kerja Cisco Meraki?


Diagram cara kerja Cisco Meraki dari administrator ke dashboard cloud, perangkat cabang, dan tujuan traffic

Secara sederhana, Cisco Meraki memisahkan pengelolaan perangkat dari jalur traffic pengguna. Dashboard dan cloud digunakan sebagai management plane, sedangkan traffic pengguna tetap berjalan melalui jaringan lokal atau WAN. Berikut alur umum cara kerja Cisco Meraki:

  1. Perangkat didaftarkan ke organisasi

    Perangkat Meraki terlebih dahulu diklaim atau didaftarkan ke organisasi dan network yang sesuai pada Meraki Dashboard.

    Administrator kemudian dapat menentukan lokasi, nama perangkat, network, template, dan kebijakan yang akan digunakan.

  2. Konfigurasi disiapkan melalui dashboard

    Administrator dapat menyiapkan konfigurasi jaringan sebelum perangkat dipasang di lokasi.

    Konfigurasi tersebut dapat mencakup:

    • SSID dan kebijakan Wi-Fi.

    • VLAN dan subnet.

    • Firewall rules.

    • Pengaturan port switch.

    • Kebijakan traffic.

    • Konfigurasi VPN.

    • Alert dan notifikasi.

    • Hak akses administrator.

    Konfigurasi yang tersedia bergantung pada jenis perangkat dan lisensinya.

  3. Perangkat dipasang dan dihubungkan ke internet

    Perangkat kemudian dikirim ke lokasi, dihubungkan ke sumber daya, jaringan lokal, dan koneksi internet.

    Setelah berhasil terhubung dengan Meraki cloud, perangkat dapat mengambil konfigurasi yang telah disiapkan sebelumnya.

    Pendekatan ini sering disebut sebagai zero-touch provisioning. Namun, perangkat tetap harus didaftarkan, diberi lisensi, ditempatkan pada network yang benar, dan memiliki koneksi internet agar proses tersebut berjalan.

  4. Perangkat mengirimkan data pengelolaan

    Perangkat mengirimkan data manajemen dan telemetri ke Meraki cloud melalui koneksi yang aman.

    Informasi tersebut dapat digunakan untuk melihat:

    • Status online atau offline.

    • Penggunaan bandwidth.

    • Kondisi koneksi.

    • Client yang terhubung.

    • Event dan perubahan konfigurasi.

    • Performa aplikasi.

    • Gangguan pada perangkat atau jaringan.

  5. Administrator memantau jaringan dari dashboard

    Tim IT dapat mengakses dashboard untuk memantau beberapa kantor atau cabang tanpa harus berada langsung di lokasi.

    Jika terjadi masalah, administrator dapat menggunakan informasi pada dashboard dan remote troubleshooting tools untuk mempersempit sumber gangguan.


Apakah Traffic Pengguna Melewati Meraki Cloud?

Tidak. Dalam arsitektur Cisco Meraki, traffic pengguna seperti akses website, aplikasi internal, transfer data, dan komunikasi antarsistem pada umumnya tidak dikirim melalui Meraki cloud.


Traffic tersebut berjalan langsung menuju tujuannya melalui LAN atau WAN. Meraki cloud terutama menangani konfigurasi, monitoring, analitik, event, dan pengelolaan perangkat.


Menurut dokumentasi arsitektur resmi Cisco Meraki, data pengguna tidak mengalir melalui Meraki cloud.

Jika koneksi perangkat dengan Meraki cloud terputus sementara, perangkat secara umum tetap dapat meneruskan traffic menggunakan konfigurasi terakhir yang telah tersimpan.


Namun, selama koneksi cloud terputus:

  • Perubahan konfigurasi dari dashboard tidak dapat langsung diterapkan.

  • Informasi monitoring mungkin terlambat diperbarui.

  • Sebagian remote troubleshooting tools tidak dapat digunakan.

  • Fitur yang bergantung pada layanan eksternal tertentu mungkin ikut terdampak.


Dampak pastinya bergantung pada jenis perangkat, konfigurasi, dan layanan yang digunakan.


Produk-Produk Cisco Meraki

Portofolio produk Cisco Meraki untuk wireless, switching, SD-WAN, cellular gateway, kamera, dan sensor

Cisco Meraki bukan hanya produk Wi-Fi. Portofolionya mencakup berbagai perangkat jaringan, keamanan, IoT, dan endpoint management.

Produk

Fungsi utama

Contoh penggunaan

Meraki MR

Wireless access point yang dikelola melalui cloud

Wi-Fi kantor, sekolah, hotel, rumah sakit, dan area publik

Meraki MS

Cloud-managed network switch

Menghubungkan access point, komputer, IP phone, kamera, dan perangkat jaringan

Meraki MX

Security dan SD-WAN appliance

Firewall, site-to-site VPN, pengelolaan WAN, dan koneksi antarcabang

Meraki MG

Cellular gateway

Koneksi utama atau backup menggunakan jaringan seluler

Meraki MV

Smart camera

Pengawasan video dan analitik untuk keamanan fisik

Meraki MT

Environmental sensor

Memantau suhu, kelembapan, kebocoran air, pintu, dan kondisi ruangan

Systems Manager

Endpoint dan mobile device management

Mengelola laptop, smartphone, tablet, aplikasi, dan kebijakan perangkat

Cisco juga terus memperluas integrasi antara Meraki Dashboard dan produk jaringan Cisco lainnya. Karena portofolio dan kompatibilitas dapat berubah, perusahaan perlu memeriksa katalog produk terbaru sebelum menentukan desain.


Informasi mengenai portofolio tersebut dapat dilihat pada halaman produk resmi Cisco Meraki.


Fitur Utama Cisco Meraki Dashboard

Infografik fitur utama Cisco Meraki meliputi manajemen terpusat, monitoring, troubleshooting, firmware, kontrol akses, dan integrasi API

Meraki Dashboard menjadi komponen utama dalam pengelolaan perangkat Cisco Meraki.

Berikut beberapa kemampuan yang dapat digunakan perusahaan.

  1. Centralized Network Management

    Tim IT dapat melihat dan mengelola berbagai perangkat serta lokasi melalui satu dashboard.

    Pendekatan ini membantu perusahaan yang memiliki banyak kantor, cabang, gudang, gerai, atau lokasi operasional.

  2. Configuration Template

    Konfigurasi tertentu dapat dibuat sebagai template dan diterapkan pada beberapa network.

    Template membantu menjaga konsistensi konfigurasi dan mengurangi risiko perbedaan kebijakan antarlokasi. Penerapannya tetap perlu diuji karena kebutuhan setiap lokasi dapat berbeda.

  3. Monitoring dan Alert

    Dashboard dapat menampilkan kondisi perangkat, client, aplikasi, koneksi, dan event jaringan.

    Administrator juga dapat membuat notifikasi untuk kondisi tertentu, misalnya perangkat offline, masalah konektivitas, atau perubahan status jaringan.

  4. Remote Troubleshooting

    Tim IT dapat melakukan sebagian proses diagnosis dari jarak jauh melalui tools yang tersedia di dashboard.

    Kemampuan tersebut dapat membantu mengurangi kunjungan langsung ke lokasi, walaupun gangguan fisik tertentu tetap memerlukan pemeriksaan onsite.

  5. Firmware Management

    Pembaruan firmware dikelola secara terpusat melalui Meraki Dashboard.

    Administrator akan menerima pemberitahuan sebelum pembaruan terjadwal dan dapat melihat, menjadwalkan ulang, atau membatalkan pembaruan sebelum proses dijalankan. Pembaruan kritis tertentu dapat menggunakan jadwal yang lebih cepat.

    Dengan demikian, pembaruan Meraki bersifat terpusat, tetapi tidak berarti administrator kehilangan seluruh kontrol atas waktu implementasinya. Detail proses tersedia dalam dokumentasi firmware Cisco Meraki.

  6. Role-Based Access Control

    Hak akses administrator dapat disesuaikan berdasarkan organisasi, network, produk, atau tingkat kewenangan tertentu.

    Perusahaan dapat memisahkan akses antara administrator pusat, tim cabang, tim keamanan, help desk, dan pihak eksternal sesuai kebutuhan tata kelola.

  7. API dan Integrasi

    Cisco menyediakan API dan ekosistem aplikasi yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan pengelolaan jaringan dengan sistem lain.

    Contohnya meliputi:

    • Sistem monitoring.

    • IT service management.

    • Security operations.

    • Business intelligence.

    • Otomatisasi konfigurasi.

    • Sistem notifikasi.

    • Aplikasi manajemen aset.

    Kompatibilitas, batas API, dan dukungan integrasi perlu diperiksa sebelum implementasi.


Kelebihan Cisco Meraki untuk Perusahaan

  1. Pengelolaan jaringan lebih terpusat

    Administrator dapat melihat beberapa lokasi melalui satu dashboard tanpa perlu mengakses setiap perangkat secara terpisah.

    Hal ini membantu perusahaan mendapatkan visibilitas yang lebih konsisten terhadap kondisi jaringan.

  2. Mempercepat deployment cabang

    Konfigurasi dapat disiapkan sebelum perangkat tiba di lokasi. Setelah perangkat terhubung ke internet, perangkat dapat mengambil konfigurasi yang telah ditentukan.

    Proses ini membantu mempercepat deployment, terutama untuk perusahaan dengan banyak cabang yang memiliki pola jaringan serupa.

  3. Mempermudah standarisasi konfigurasi

    Template dan kebijakan terpusat dapat digunakan untuk mengurangi perbedaan konfigurasi antarlokasi.

    Standarisasi tersebut membantu proses troubleshooting, audit, dan pengembangan jaringan.

  4. Mendukung troubleshooting jarak jauh

    Informasi client, event, konektivitas, dan status perangkat dapat diakses melalui dashboard.

    Tim IT dapat melakukan diagnosis awal tanpa harus langsung mengirim teknisi ke lokasi.

  5. Mendukung jaringan multisite

    Cisco Meraki dapat digunakan untuk mengelola kantor pusat, cabang, gerai, gudang, dan lokasi lainnya melalui platform yang sama.

    Untuk kebutuhan WAN antarcabang, perusahaan juga dapat mempelajari penerapan Cisco Meraki SD-WAN.

  6. Menggabungkan jaringan dan IoT

    Selain jaringan wireless, switching, dan WAN, perusahaan dapat mengelola kamera serta sensor lingkungan melalui ekosistem Meraki.

    Kemampuan ini dapat membantu perusahaan membangun smart office, smart retail, pengawasan gudang, dan monitoring fasilitas.

  7. Berpotensi mengurangi beban operasional

    Pengelolaan terpusat dan remote troubleshooting dapat mengurangi pekerjaan manual serta kebutuhan kunjungan ke lokasi untuk beberapa jenis tugas.

    Namun, penghematan biaya tidak otomatis sama pada setiap perusahaan. Total biaya tetap dipengaruhi oleh jumlah perangkat, desain, lisensi, konektivitas, implementasi, dan dukungan yang dibutuhkan.


Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menggunakan Cisco Meraki

Cisco Meraki menawarkan kemudahan pengelolaan, tetapi perusahaan tetap perlu mengevaluasi beberapa hal berikut.

  1. Kebutuhan lisensi

    Sebagian besar perangkat Meraki membutuhkan lisensi cloud yang sesuai agar dapat dikelola dan digunakan sesuai kebijakan produknya.

    Biaya lisensi perlu dimasukkan dalam perhitungan total cost of ownership, bukan hanya harga perangkat.

  2. Ketergantungan pengelolaan pada cloud

    Traffic pengguna tidak bergantung pada Meraki cloud, tetapi konfigurasi, monitoring, dan remote management memerlukan konektivitas antara perangkat dan cloud.

    Perusahaan perlu memastikan koneksi internet dan desain redundancy sesuai dengan tingkat kritikal setiap lokasi.

  3. Kapasitas perangkat

    Pemilihan perangkat tidak boleh hanya berdasarkan jumlah pengguna.

    Perusahaan juga perlu mempertimbangkan:

    • Throughput.

    • Jumlah client.

    • Jumlah access point.

    • Kebutuhan PoE.

    • Jumlah dan kecepatan port.

    • Traffic VPN.

    • Fitur keamanan.

    • Redundancy.

    • Kondisi lingkungan.

    • Pertumbuhan kebutuhan.

  4. Perbedaan fitur berdasarkan produk dan lisensi

    Tidak semua perangkat Meraki memiliki kemampuan yang sama.

    Firewall, intrusion prevention, malware protection, SD-WAN, analitik, dan fitur keamanan lanjutan dapat bergantung pada jenis perangkat serta tingkat lisensi yang dipilih.

  5. Integrasi dengan infrastruktur lama

    Perusahaan yang telah memiliki perangkat dari vendor atau arsitektur lain perlu melakukan asesmen kompatibilitas.

    Migrasi dapat dilakukan secara bertahap, tetapi desain routing, VLAN, authentication, monitoring, security policy, dan operasional perlu direncanakan lebih dahulu.

  6. Tata kelola data dan akses

    Perusahaan perlu menentukan siapa yang dapat mengakses dashboard, siapa yang boleh mengubah konfigurasi, serta bagaimana aktivitas administrator diaudit.

    Penggunaan multi-factor authentication, role-based access, dan proses review berkala perlu menjadi bagian dari tata kelola.


Model Lisensi Cisco Meraki

Menurut dokumentasi lisensi Cisco Meraki, terdapat tiga model lisensi utama.

Model lisensi

Penjelasan

Subscription Licensing

Masa berlaku dikelola berdasarkan subscription. Model ini menjadi arah lisensi yang direkomendasikan Cisco untuk pelanggan baru dan perpanjangan, tergantung ketersediaan wilayah serta produk.

Co-Termination Licensing

Seluruh lisensi dalam satu organisasi dikelola menggunakan satu tanggal kedaluwarsa bersama yang dihitung berdasarkan kombinasi perangkat dan durasi lisensi.

Per-Device Licensing

Setiap perangkat memiliki tanggal kedaluwarsa lisensinya sendiri. Model ini memiliki ketersediaan terbatas dan umumnya berkaitan dengan organisasi lama.

Satu organisasi Meraki tidak dapat mencampurkan beberapa model lisensi sekaligus.

Selain model lisensi organisasi, produk tertentu seperti Meraki MX juga dapat memiliki tingkat lisensi dengan cakupan fitur yang berbeda.


Karena kebijakan, SKU, dan ketersediaan lisensi dapat berubah, perusahaan sebaiknya mengonfirmasi desain lisensi kepada Cisco atau partner resmi sebelum membeli atau memperpanjang layanan.


Contoh Penggunaan Cisco Meraki

  1. Perusahaan dengan banyak cabang

    Perusahaan dapat menyiapkan template jaringan yang digunakan untuk cabang baru. Tim pusat kemudian memantau perangkat dan koneksi setiap cabang melalui dashboard.

  2. Retail dan restoran

    Cisco Meraki dapat digunakan untuk mengelola Wi-Fi, koneksi WAN, switch, kamera, dan sensor pada sejumlah gerai.

  3. Hotel dan hospitality

    Perusahaan dapat memisahkan jaringan tamu, staf, perangkat operasional, kamera, dan sistem internal menggunakan kebijakan jaringan yang sesuai.

  4. Sekolah dan kampus

    Tim IT dapat mengelola konektivitas pada ruang kelas, gedung administrasi, laboratorium, dan area publik secara terpusat.

  5. Gudang dan fasilitas operasional

    Access point, switch, kamera, serta sensor dapat digunakan untuk mendukung konektivitas dan pemantauan lingkungan.

  6. Hybrid dan remote work

    Meraki dapat mendukung konektivitas kantor pusat, cabang, dan lokasi remote. Implementasinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan keamanan, authentication, endpoint, serta aplikasi perusahaan


Cisco Meraki vs Jaringan Konvensional

Berikut perbandingan umum antara pendekatan Cisco Meraki dan jaringan yang dikelola secara lokal.

Aspek

Cisco Meraki

Pengelolaan jaringan konvensional

Pengelolaan

Dashboard berbasis cloud

CLI, controller lokal, atau aplikasi terpisah

Visibilitas

Terpusat untuk banyak perangkat dan lokasi

Dapat tersebar pada beberapa perangkat atau sistem

Deployment

Mendukung preconfiguration dan zero-touch provisioning

Sering membutuhkan konfigurasi lokal atau proses tambahan

Troubleshooting

Tersedia informasi dan tools remote melalui dashboard

Bergantung pada perangkat, controller, dan monitoring yang digunakan

Firmware

Dikelola dan dijadwalkan secara terpusat

Dapat dilakukan per perangkat atau melalui platform lain

Multisite

Template dan pengelolaan terpusat

Membutuhkan desain dan automation tools tambahan

Lisensi

Membutuhkan model lisensi cloud Meraki

Bergantung pada vendor, perangkat, support, dan software

Kustomisasi

Mengikuti kemampuan yang disediakan platform

Beberapa arsitektur menawarkan kontrol lokal yang lebih mendalam

Perbandingan tersebut bersifat umum. Jaringan konvensional juga dapat memiliki automation dan centralized management jika dibangun menggunakan platform yang sesuai.


Cisco Meraki cocok untuk perusahaan yang memprioritaskan kemudahan pengelolaan cloud dan konsistensi multisite. Sementara itu, arsitektur lain mungkin lebih sesuai ketika perusahaan membutuhkan kontrol lokal atau kustomisasi yang sangat spesifik.


Cara Memilih Produk Cisco Meraki

Sebelum menentukan produk dan lisensinya, perusahaan dapat melakukan langkah berikut:

1. Identifikasi kebutuhan bisnis

Tentukan lokasi, aplikasi, jumlah pengguna, jenis perangkat, kebutuhan keamanan, dan target ketersediaan jaringan.

2. Lakukan asesmen jaringan

Periksa kondisi koneksi internet, LAN, WAN, perangkat eksisting, coverage Wi-Fi, kebutuhan port, dan traffic aplikasi.

3. Tentukan kapasitas

Pilih perangkat berdasarkan throughput, client, port, PoE, VPN, fitur keamanan, dan kebutuhan redundancy.

4. Tentukan arsitektur dan lisensi

Pastikan model lisensi, tingkat fitur, masa berlaku, dan rencana perpanjangan telah diperhitungkan.

5. Lakukan proof of concept

Untuk lingkungan yang kompleks, pengujian dapat membantu memastikan perangkat, fitur, integrasi, dan performanya sesuai kebutuhan.

6. Buat rencana implementasi

Rencana tersebut perlu mencakup konfigurasi, migrasi, testing, rollback, dokumentasi, pelatihan administrator, serta monitoring setelah go-live.



FAQ tentang Cisco Meraki

  1. Apakah Cisco Meraki hanya untuk Wi-Fi?

    Tidak. Cisco Meraki memiliki produk untuk wireless, switching, security dan SD-WAN, cellular connectivity, smart camera, environmental sensor, serta endpoint management.

  2. Apakah traffic pengguna dikirim ke Meraki cloud?

    Tidak. Traffic pengguna pada umumnya berjalan langsung melalui LAN atau WAN menuju tujuannya. Meraki cloud digunakan terutama untuk konfigurasi, monitoring, analitik, dan pengelolaan perangkat.

  3. Apa yang terjadi jika perangkat kehilangan koneksi ke Meraki cloud?

    Perangkat secara umum tetap meneruskan traffic menggunakan konfigurasi terakhir yang tersimpan. Namun, perubahan konfigurasi, monitoring real-time, dan sebagian remote tools akan terbatas sampai koneksi cloud kembali tersedia.

  4. Apakah Cisco Meraki membutuhkan lisensi?

    Ya. Perangkat dan layanan Meraki membutuhkan lisensi yang sesuai. Model, tingkat fitur, dan durasi lisensi perlu disesuaikan dengan produk serta kebutuhan perusahaan.

  5. Apakah Cisco Meraki cocok untuk perusahaan dengan banyak cabang?

    Cisco Meraki banyak digunakan untuk lingkungan multisite karena pengelolaan, template, monitoring, dan troubleshooting dapat dilakukan secara terpusat. Namun, desain WAN, kapasitas perangkat, redundancy, serta keamanan tetap harus direncanakan.

  6. Apakah Cisco Meraki sama dengan router?

    Tidak. Cisco Meraki merupakan portofolio cloud-managed IT. Meraki MX adalah lini security dan SD-WAN appliance yang dapat menjalankan fungsi terkait routing, firewall, VPN, dan pengelolaan WAN sesuai model serta lisensinya.

  7. Apakah Cisco Meraki dapat diintegrasikan dengan perangkat lama?

    Dalam banyak kondisi, Meraki dapat digunakan bersama infrastruktur yang sudah ada. Kompatibilitas routing, VLAN, authentication, monitoring, dan security policy perlu dievaluasi sebelum implementasi.


Kesimpulan

Cisco Meraki adalah platform cloud-managed IT dari Cisco yang memungkinkan perusahaan mengelola jaringan, perangkat keamanan, SD-WAN, konektivitas seluler, kamera, sensor, dan endpoint melalui dashboard terpusat.


Salah satu karakteristik pentingnya adalah pemisahan antara management plane dan traffic pengguna. Meraki cloud digunakan untuk pengelolaan, sementara traffic pengguna pada umumnya tetap berjalan langsung melalui LAN atau WAN.


Kemudahan deployment dan pengelolaan terpusat membuat Cisco Meraki menarik untuk perusahaan dengan banyak cabang atau tim IT yang tersebar. Namun, pemilihan perangkat tetap harus mempertimbangkan kapasitas, lisensi, konektivitas, keamanan, integrasi, dan kebutuhan operasional.


Netmarks Indonesia menyediakan solusi Cisco Meraki untuk perusahaan, mulai dari asesmen kebutuhan, desain, pengadaan, implementasi, hingga dukungan operasional. Hubungi Netmarks Indonesia untuk mendiskusikan desain Cisco Meraki yang sesuai dengan kebutuhan jaringan perusahaan Anda.

Comments


OUR OFFICE

HEAD OFFICE JAKARTA

Komplek Griya Inti Sentosa Jalan Griya Agung Blok M3, No 32-33 Jakarta Utara 14350, Indonesia

MENU

SUPPORT OFFICE CIKARANG

Ruko Cikarang Square  Jl. Raya Cikarang - Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

BRANCH OFFICE SIDOARJO

Ruko Suncity Jl. Pahlawan No. 1 Blk B-11, Sidokumpul , Sidoarjo 61212

BRANCH OFFICE BATAM

Kawasan industri tunas bizpark, Blk. E No.10, Belian, Kec. Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444

SUPPORT OFFICE LOMBOK

Jl. Pemuda No.28, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125.

CONTACT US

Netmarks Indonesia logo, representing the company's commitment to providing high-quality IT solutions and services to businesses.

PT NETMARKS INDONESIA

We are here, on Customer's side

ISO 9001:2015 certification logo, signifying Netmarks Indonesia's adherence to international quality management standards.
ISO 27001:2022 certification logo, indicating Netmarks Indonesia's compliance with information security management standards

FOLLOW US

  • TikTok
  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Spotify

©2025 by PT NETMARKS INDONESIA

bottom of page