Sejarah Collaborative Robot : Awal Mula, Penemu, dan Evolusi Cobot
- Mohammad Hafizh Alviendra

- 1 day ago
- 6 min read

Perkembangan otomasi industri tidak terjadi dalam waktu singkat. Sebelum istilah collaborative robot atau cobot dikenal luas, dunia manufaktur lebih dulu menggunakan robot industri konvensional yang bekerja otomatis di area khusus dan umumnya dipisahkan dari manusia.
Seiring berkembangnya kebutuhan industri, perusahaan tidak hanya membutuhkan robot yang cepat dan kuat, tetapi juga robot yang lebih aman, fleksibel, mudah digunakan, dan dapat mendukung pekerjaan manusia secara langsung. Dari kebutuhan inilah konsep collaborative robot mulai berkembang.
Quick Answer: Sejarah collaborative robot dimulai dari kebutuhan industri untuk menciptakan sistem otomasi yang dapat bekerja lebih aman bersama manusia. Konsep cobot berkembang pada 1990-an melalui riset J. Edward Colgate dan Michael Peshkin dari Northwestern University, lalu berevolusi menjadi robot kolaboratif modern dengan sensor keselamatan, software visual, vision system, AI, dan integrasi smart manufacturing.
Key Takeaways
Collaborative robot atau cobot lahir dari kebutuhan industri terhadap otomasi yang lebih aman, fleksibel, dan mudah digunakan.
Konsep cobot dikembangkan pada 1990-an oleh J. Edward Colgate dan Michael Peshkin dari Northwestern University.
Cobot awal berbeda dari cobot modern karena lebih berfokus pada panduan gerak dan interaksi fisik manusia dengan sistem komputer.
Standar keselamatan membantu perkembangan cobot agar lebih terarah dalam lingkungan industri.
Cobot modern kini berkembang dengan vision system, sensor keselamatan, software visual, AI, dan integrasi smart manufacturing.
Sejarah Collaborative Robot Berdasarkan Periode

Sejarah collaborative robot tidak muncul secara tiba-tiba. Teknologi ini berkembang dari kebutuhan industri untuk membuat otomasi yang tidak hanya cepat dan kuat, tetapi juga lebih aman, fleksibel, dan dapat bekerja lebih dekat dengan manusia.
1. Periode Munculnya Kebutuhan Robot yang Lebih Fleksibel (1990-an)
Memasuki 1990-an, kebutuhan industri mulai berubah. Banyak perusahaan tidak hanya membutuhkan robot untuk produksi massal, tetapi juga sistem otomasi yang lebih fleksibel untuk menangani variasi produk, perubahan proses, dan pekerjaan yang masih membutuhkan pengawasan manusia.
Pada fase ini, muncul kebutuhan terhadap robot yang dapat membantu manusia tanpa harus selalu ditempatkan di area yang sepenuhnya terpisah.
Industri mulai melihat bahwa tidak semua pekerjaan cocok ditangani oleh robot industri konvensional yang besar, kaku, dan membutuhkan layout khusus.
Dari kebutuhan tersebut, konsep kolaborasi manusia dan robot mulai berkembang. Gagasan utamanya adalah menghadirkan robot yang dapat mendukung pekerjaan manusia secara lebih aman, bukan hanya menggantikan pekerjaan manusia sepenuhnya.
2. Periode Lahirnya Konsep Cobot (1996–1999)
Periode ini menjadi titik penting dalam sejarah collaborative robot. Pada tahun 1996, J. Edward Colgate dan Michael Peshkin dari Northwestern University mengembangkan konsep cobot. Pada awalnya, cobot dikenal sebagai programmable constraint machines, yaitu perangkat yang membantu manusia mengarahkan gerakan melalui batasan fisik atau virtual.
Cobot awal belum berbentuk lengan robot modern seperti yang banyak digunakan di industri saat ini. Konsep awalnya lebih berfokus pada bagaimana manusia dan sistem yang dikendalikan komputer dapat berinteraksi secara fisik dengan aman.
Pada tahun 1999, paten cobot diterbitkan dan menjelaskan cobot sebagai perangkat yang memungkinkan kolaborasi fisik langsung antara manusia dan manipulator yang dikendalikan komputer. Dari sinilah konsep cobot mulai memiliki dasar teknis yang lebih jelas.
Periode ini penting karena menandai perubahan besar dalam dunia otomasi: robot tidak lagi hanya dipahami sebagai mesin yang bekerja sendiri, tetapi juga sebagai sistem yang dapat membantu manusia secara langsung.
3. Periode Transisi dari Riset ke Aplikasi Industri 2000-an
Memasuki 2000-an, konsep cobot mulai bergerak dari riset menuju aplikasi industri. Perkembangan sensor, sistem kontrol, software, dan desain mekanik membuat robot kolaboratif semakin mungkin diterapkan dalam lingkungan manufaktur.
Pada periode ini, cobot mulai dipahami sebagai solusi untuk pekerjaan yang membutuhkan kombinasi antara presisi mesin dan fleksibilitas manusia. Aplikasi seperti machine tending, assembly, material handling, packaging, dan quality inspection mulai menjadi area yang relevan untuk penggunaan collaborative robot.
Evolusi Cobot Modern : Dari Safety ke AI dan Vision System

Pada awal perkembangannya, cobot banyak dikaitkan dengan aspek keselamatan karena dirancang untuk bekerja lebih dekat dengan manusia. Namun, cobot modern kini tidak hanya berkembang dari sisi safety, tetapi juga dari sisi kecerdasan, kemudahan penggunaan, dan integrasi sistem.
Saat ini, collaborative robot dapat dilengkapi dengan vision system, sensor, software pemrograman visual, dan kemampuan integrasi dengan sistem otomasi lain. Dengan fitur tersebut, cobot dapat membantu mengenali objek, membaca barcode, mendeteksi posisi, melakukan inspeksi visual, hingga mendukung proses produksi yang lebih adaptif.
Sebagai bagian dari perkembangan tersebut, TM AI Cobot hadir dengan built-in vision system dan software pemrograman visual yang dapat digunakan untuk aplikasi seperti quality inspection, pick and place, machine tending, packaging, dan assembly.
Timeline Sejarah Collaborative Robot
Berikut timeline penting dalam perkembangan collaborative robot:
Tahun | Peristiwa | Dampak terhadap Perkembangan Cobot |
1990-an | Industri mulai membutuhkan bentuk otomasi yang lebih aman dan fleksibel untuk mendukung pekerjaan manusia | Menjadi latar belakang lahirnya konsep robot kolaboratif |
1996 | J. Edward Colgate dan Michael Peshkin mengembangkan konsep cobot di Northwestern University | Menjadi titik awal konsep collaborative robot modern |
1999 | Paten cobot diterbitkan | Memperkuat dasar teknis konsep kolaborasi fisik antara manusia dan manipulator komputer |
2000-an | Cobot mulai berkembang dari konsep riset menuju aplikasi industri | Menjadi fase awal penerapan collaborative robot di lingkungan manufaktur |
2010-an | Collaborative robot semakin dikenal sebagai solusi otomasi yang fleksibel dan lebih mudah digunakan | Cobot mulai digunakan untuk aplikasi seperti assembly, machine tending, packaging, dan quality inspection |
2016 | ISO/TS 15066:2016 diterbitkan | Memberikan panduan keselamatan untuk collaborative industrial robot systems dan lingkungan kerjanya |
2020-an | Cobot berkembang dengan AI, vision system, sensor, dan integrasi smart manufacturing, termasuk TM AI Cobot dengan built-in vision system. | Cobot menjadi bagian dari strategi transformasi industri, smart factory, quality inspection, dan otomasi produksi yang lebih fleksibel |
Timeline ini menunjukkan bahwa sejarah collaborative robot bukan hanya tentang satu produk atau satu perusahaan. Perkembangan cobot merupakan hasil evolusi kebutuhan industri terhadap otomasi yang lebih aman, adaptif, dan kolaboratif.
TM AI Cobot dalam Perkembangan Cobot Modern
Sebagai bagian dari evolusi collaborative robot modern, TM AI Cobot hadir dengan pendekatan yang sesuai untuk kebutuhan industri saat ini. Dengan built-in vision system dan software pemrograman visual, TM AI Cobot dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti quality inspection, pick and place, machine tending, packaging, dan assembly.
Keunggulan cobot modern tidak hanya terletak pada kemampuan bergerak otomatis, tetapi juga pada kemudahan integrasi dengan sistem produksi. Hal ini membuat cobot dapat menjadi bagian dari strategi transformasi industri yang lebih luas, terutama bagi perusahaan yang ingin mengembangkan smart manufacturing secara bertahap.
Netmarks Indonesia membantu perusahaan dalam merancang dan mengintegrasikan solusi collaborative robot sesuai kebutuhan operasional. Dengan pendekatan integrasi IT/OT, implementasi cobot dapat dirancang agar sesuai dengan proses kerja, sistem existing, serta kebutuhan keamanan dan efisiensi produksi.
Mengapa Sejarah Cobot Penting untuk Smart Manufacturing?
Memahami sejarah cobot penting karena teknologi ini lahir dari perubahan kebutuhan industri. Dulu, otomasi industri banyak berfokus pada kecepatan, kekuatan, dan produksi massal. Saat ini, perusahaan juga membutuhkan fleksibilitas, efisiensi, keamanan kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan produksi.
Sejarah collaborative robot menunjukkan bahwa otomasi tidak selalu berarti menggantikan manusia. Dalam banyak penerapan, cobot justru digunakan untuk membantu manusia bekerja lebih aman dan produktif.
Bagi perusahaan manufaktur, cobot dapat membantu pekerjaan seperti:
pick and place,
machine tending,
assembly,
screwdriving,
packaging,
palletizing,
material handling,
quality inspection.
Dengan memahami evolusi cobot, perusahaan dapat melihat bahwa collaborative robot bukan sekadar tren teknologi, tetapi bagian dari transformasi jangka panjang menuju industri yang lebih adaptif dan terintegrasi.
Hubungan Sejarah Cobot dengan Implementasi Industri Saat Ini
Sejarah cobot memberikan pelajaran penting bagi perusahaan yang ingin memulai otomasi. Teknologi ini berkembang karena industri membutuhkan solusi yang tidak hanya otomatis, tetapi juga mudah digunakan, fleksibel, aman, dan dapat mendukung pekerjaan manusia.
Dalam implementasi modern, cobot dapat digunakan sebagai langkah awal menuju smart manufacturing. Perusahaan dapat mulai dari satu proses sederhana, seperti quality inspection atau machine tending, lalu mengembangkan integrasi ke proses lain secara bertahap.
Pendekatan ini membuat collaborative robot relevan untuk perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi tanpa langsung mengubah seluruh sistem produksi. Dengan perencanaan yang tepat, cobot dapat membantu perusahaan mengurangi pekerjaan repetitif, menjaga konsistensi kualitas, dan meningkatkan produktivitas operasional.
Kesimpulan
Sejarah collaborative robot menunjukkan bahwa perkembangan otomasi industri tidak hanya bergerak ke arah kecepatan dan kapasitas produksi, tetapi juga menuju keamanan, fleksibilitas, dan kolaborasi manusia dengan mesin. Cobot lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan robot yang dapat bekerja lebih dekat dengan manusia.
Dari riset Colgate dan Peshkin pada 1990-an, perkembangan standar keselamatan, hingga hadirnya cobot modern berbasis vision system dan AI, collaborative robot terus menjadi bagian penting dari transformasi manufaktur.
Bagi perusahaan yang ingin memulai otomasi industri, memahami sejarah cobot dapat membantu melihat bahwa teknologi ini bukan sekadar tren, tetapi hasil evolusi panjang dari kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Ingin mengetahui bagaimana collaborative robot dapat diterapkan pada lini produksi perusahaan Anda? Netmarks Indonesia dapat membantu merancang solusi TM AI Cobot dan integrasi otomasi industri sesuai kebutuhan bisnis Anda.
FAQ tentang Sejarah Collaborative Robot
Kapan collaborative robot pertama kali ditemukan?
Collaborative robot pertama kali dikembangkan pada tahun 1996 oleh J. Edward Colgate dan Michael Peshkin dari Northwestern University. Pada awalnya, cobot dikembangkan sebagai perangkat untuk interaksi fisik langsung antara manusia dan manipulator yang dikendalikan komputer.
Siapa penemu cobot?
Penemu cobot adalah J. Edward Colgate dan Michael Peshkin dari Northwestern University. Mereka mengembangkan konsep cobot pada 1990-an sebagai robot yang dapat berinteraksi secara fisik dengan manusia dalam ruang kerja bersama.
Apa yang dimaksud dengan sejarah collaborative robot?
Sejarah collaborative robot adalah perkembangan teknologi robot kolaboratif dari konsep awal interaksi manusia dan robot pada 1990-an hingga menjadi solusi otomasi modern yang digunakan dalam industri manufaktur, smart factory, dan quality inspection.
Apa perbedaan cobot awal dan cobot modern?
Cobot awal lebih berfokus pada panduan gerak dan interaksi fisik antara manusia dengan sistem komputer. Cobot modern sudah berkembang menjadi lengan robot yang dilengkapi sensor keselamatan, software visual, vision system, AI, dan kemampuan integrasi dengan sistem otomasi industri.
Mengapa cobot dikembangkan?
Cobot dikembangkan karena industri membutuhkan robot yang dapat membantu pekerjaan manusia secara lebih aman dan fleksibel. Teknologi ini hadir untuk mendukung pekerjaan yang repetitif, presisi, atau berat, tanpa selalu memisahkan manusia dan robot dalam area kerja yang berbeda.
Kapan cobot mulai digunakan dalam industri modern?
Cobot mulai berkembang menuju aplikasi industri modern pada era 2000-an. Pada periode ini, teknologi sensor, sistem kontrol, software, dan desain mekanik membuat collaborative robot semakin relevan untuk kebutuhan manufaktur yang fleksibel





Comments