Cisco Zero Trust: Solusi Keamanan Akses Perusahaan
- Mohammad Hafizh Alviendra

- Jul 24
- 5 min read

Zero Trust adalah pendekatan keamanan yang tidak langsung mempercayai pengguna atau perangkat, meskipun sudah berada di dalam jaringan perusahaan.
Setiap permintaan akses harus diverifikasi sebelum pengguna dapat membuka aplikasi, data, atau sistem tertentu. Prinsip ini sering dikenal sebagai never trust, always verify.
Perusahaan kini tidak lagi menjalankan seluruh aktivitas dari satu jaringan internal. Karyawan dapat mengakses aplikasi dari kantor, rumah, perangkat pribadi, jaringan publik, hingga layanan cloud.
Perubahan tersebut membuat keamanan berbasis perimeter saja tidak lagi cukup. Pengguna yang sudah berada di dalam jaringan belum tentu aman, terutama jika akun atau perangkatnya telah disusupi.
Untuk menghadapi kondisi ini, perusahaan dapat menerapkan Cisco Zero Trust, yaitu pendekatan keamanan yang selalu memverifikasi setiap permintaan akses berdasarkan identitas pengguna, kondisi perangkat, konteks, dan tingkat risiko.
Mengapa Perusahaan Membutuhkan Zero Trust?
Model kerja perusahaan telah berubah. Infrastruktur tidak lagi hanya berada di kantor atau data center internal, tetapi tersebar di cloud, aplikasi SaaS, perangkat mobile, dan lingkungan hybrid.
Beberapa kondisi yang meningkatkan kebutuhan terhadap Zero Trust antara lain:
Hybrid working dan remote working.
Penggunaan aplikasi cloud.
Akses dari perangkat pribadi.
Koneksi vendor dan pihak ketiga.
Pertumbuhan perangkat IoT.
Risiko pencurian akun.
Ancaman pergerakan lateral di jaringan.
Dalam kondisi tersebut, lokasi jaringan tidak lagi cukup untuk menentukan apakah suatu akses aman. Perusahaan perlu memastikan bahwa setiap pengguna hanya memperoleh akses sesuai kebutuhan pekerjaannya.
Bagaimana Cara Kerja Cisco Zero Trust?
Cisco Zero Trust menggabungkan keamanan identitas, perangkat, jaringan, aplikasi, dan workload.
Secara umum, prosesnya berlangsung melalui beberapa tahap berikut.
Memverifikasi Identitas Pengguna
Sistem memeriksa siapa yang mencoba mengakses aplikasi atau data perusahaan.
Verifikasi dapat menggunakan password, multi-factor authentication, autentikasi passwordless, atau metode autentikasi lainnya.
Solusi seperti Cisco Duo membantu perusahaan memastikan bahwa pengguna benar-benar merupakan pihak yang sah.
Memeriksa Kondisi Perangkat
Selain identitas, sistem juga mengevaluasi perangkat yang digunakan.
Pemeriksaan dapat mencakup:
Versi sistem operasi.
Status pembaruan keamanan.
Keberadaan perlindungan endpoint.
Jenis perangkat.
Status kepatuhan perangkat.
Indikasi perangkat telah disusupi.
Perangkat yang tidak memenuhi kebijakan dapat dibatasi atau ditolak aksesnya.
Mengevaluasi Konteks dan Risiko
Sistem kemudian menilai konteks permintaan akses.
Sebagai contoh, login dari perangkat baru, lokasi yang tidak biasa, atau jaringan publik dapat memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan akses rutin dari perangkat perusahaan.
Kebijakan akses dapat disesuaikan berdasarkan tingkat risiko tersebut.
Memberikan Akses Minimum
Pengguna hanya diberikan akses ke aplikasi dan data yang benar-benar dibutuhkan.
Prinsip ini dikenal sebagai least privilege access.
Sebagai contoh, staf pemasaran dapat memperoleh akses ke aplikasi CRM, tetapi tidak otomatis mendapatkan akses ke server keuangan atau sistem produksi.
Memantau Akses Secara Berkelanjutan
Verifikasi tidak berhenti setelah pengguna berhasil login.
Aktivitas pengguna, kondisi perangkat, dan perubahan risiko tetap dipantau selama sesi berlangsung.
Jika terjadi aktivitas mencurigakan, sistem dapat meminta autentikasi ulang, membatasi akses, mengisolasi perangkat, atau menghentikan koneksi.
Tiga Area Utama Cisco Zero Trust
Cisco membagi pendekatan Zero Trust ke dalam tiga area utama, yaitu workforce, workplace, dan workloads.
Zero Trust untuk Workforce
Zero Trust for Workforce berfokus pada pengamanan pengguna dan perangkat saat mengakses aplikasi perusahaan.
Area ini membantu memastikan bahwa:
Pengguna merupakan pihak yang sah.
Perangkat memenuhi persyaratan keamanan.
Akses diberikan sesuai peran.
Aktivitas tetap dipantau setelah login.
Salah satu solusi utama yang digunakan adalah Cisco Duo.
Cisco Duo membantu perusahaan menerapkan:
Multi-factor authentication.
Device visibility.
Device trust.
Adaptive access policy.
Passwordless authentication.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memberikan akses yang aman tanpa hanya bergantung pada jaringan kantor atau VPN.
Zero Trust untuk Workplace
Zero Trust for Workplace berfokus pada pengamanan akses ke jaringan perusahaan.
Area ini mencakup pengguna, laptop, smartphone, printer, kamera, perangkat IoT, hingga perangkat operational technology.
Cisco Identity Services Engine atau Cisco ISE membantu perusahaan mengidentifikasi perangkat, menerapkan kebijakan akses, dan melakukan segmentasi jaringan.
Kemampuan yang dapat diterapkan meliputi:
Zero Trust untuk Workloads
Zero Trust for Workloads berfokus pada perlindungan aplikasi dan workload di data center, cloud, virtual machine, container, serta lingkungan multicloud.
Komunikasi antaraplikasi tidak boleh langsung dianggap aman hanya karena berada di lingkungan yang sama.
Cisco Secure Workload membantu perusahaan memahami komunikasi antar-workload dan menerapkan microsegmentation.
Komponen Cisco untuk Mendukung Zero Trust
Implementasi Cisco Zero Trust dapat melibatkan beberapa solusi sesuai kebutuhan perusahaan.
Beberapa komponen yang umum digunakan antara lain:
Cisco Duo
Digunakan untuk autentikasi pengguna, MFA, pemeriksaan perangkat, dan kebijakan akses adaptif.
Cisco Identity Services Engine
Digunakan untuk network access control, identifikasi perangkat, dan segmentasi jaringan berbasis identitas.
Cisco Secure Access
Membantu mengamankan akses pengguna ke aplikasi internet, SaaS, dan aplikasi private.
Cisco Secure Endpoint
Membantu mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman pada perangkat endpoint.
Cisco Secure Firewall
Membantu mengontrol lalu lintas jaringan dan melindungi infrastruktur dari ancaman.
Cisco Secure Workload
Digunakan untuk visibilitas aplikasi, microsegmentation, dan perlindungan workload.
Manfaat Cisco Zero Trust bagi Perusahaan
Penerapan Cisco Zero Trust dapat memberikan beberapa manfaat berikut.
Mengurangi Risiko Penyalahgunaan Akun
Multi-factor authentication dan kebijakan berbasis risiko membantu mencegah akun yang dicuri langsung digunakan untuk mengakses sistem penting.
Membatasi Dampak Serangan
Least privilege dan segmentasi membantu membatasi pergerakan penyerang ke sistem lain.
Mendukung Hybrid Working
Karyawan dapat mengakses aplikasi dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kontrol keamanan.
Meningkatkan Visibilitas
Perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pengguna, perangkat, aplikasi, dan aktivitas jaringan.
Mengamankan Hybrid dan Multicloud
Kebijakan keamanan dapat diterapkan secara lebih konsisten di data center, cloud, dan aplikasi SaaS.
Mendukung Audit dan Kepatuhan
Riwayat autentikasi, kebijakan akses, dan aktivitas pengguna dapat membantu proses audit keamanan.
Tahapan Implementasi Cisco Zero Trust
Penerapan Zero Trust sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Perusahaan dapat memulainya melalui langkah berikut:
Identifikasi Aset Penting
Tentukan aplikasi, data, sistem, dan workload yang paling kritis.
Petakan Pengguna dan Hak Akses
Identifikasi siapa yang membutuhkan akses dan resource apa yang digunakan.
Terapkan Multi-Factor Authentication
Prioritaskan MFA pada akun administrator, akses jarak jauh, dan aplikasi penting.
Tingkatkan Visibilitas Perangkat
Pastikan perusahaan mengetahui perangkat apa saja yang terhubung ke jaringan.
Terapkan Least Privilege
Kurangi hak akses yang tidak dibutuhkan.
Lakukan Segmentasi
Pisahkan jaringan dan workload berdasarkan fungsi serta tingkat risiko.
Pantau dan Evaluasi
Kebijakan perlu ditinjau secara berkala sesuai perubahan teknologi, organisasi, dan ancaman.
Kesimpulan
Cisco Zero Trust membantu perusahaan mengamankan akses dengan tidak memberikan kepercayaan secara otomatis kepada pengguna, perangkat, jaringan, maupun workload. Setiap akses perlu diverifikasi berdasarkan identitas, kondisi perangkat, konteks, dan tingkat risiko. Melalui solusi seperti Cisco Duo, Cisco ISE, Cisco Secure Access, Cisco Secure Endpoint, Cisco Secure Firewall, dan Cisco Secure Workload, perusahaan dapat membangun keamanan akses yang lebih terintegrasi untuk lingkungan kantor, cloud, hybrid, maupun multicloud.
Konsultasikan Implementasi Cisco Zero Trust
Setiap perusahaan memiliki kondisi infrastruktur, pengguna, aplikasi, dan tingkat risiko yang berbeda.
PT Netmarks Indonesia dapat membantu perusahaan melakukan asesmen, perencanaan, implementasi, dan integrasi solusi Cisco Zero Trust sesuai kebutuhan bisnis.
Hubungi Netmarks Indonesia untuk berkonsultasi mengenai solusi Cisco Zero Trust bagi perusahaan Anda.
Referensi
National Institute of Standards and Technology, Zero Trust Architecture, NIST SP 800-207.
Cisco, Zero Trust Security.
Cisco, From MFA to Zero Trust: A Five-Phase Journey.
Cisco, Identity Services Engine.
Cisco, Secure Workload Platform.




Comments