Database Migration Lancar Tanpa Gangguan Dengan Amazon Web Services

Updated: Oct 19


aws database migration

Semakin berkembangnya perusahaan, semakin banyak pula data yang dihasilkan. Data tersebut biasanya disimpan dalam suatu database. Pengelolaan database seringkali menjadi tantangan perusahaan karena semakin banyak data maka semakin besar pula database yang harus dikelola. Peningkatan jumlah data yang tidak terbendung lagi membuat biaya penyimpanan database dengan metode konvensional atau on-premise menjadi sangat mahal, karena perusahaan harus terus menerus membeli storage. Selain itu, permasalahan keamanan dan pengolahan database yang sangat sulit memotivasi perusahaan berlomba-lomba memigrasikan database mereka ke Cloud. Penyedia layanan Cloud terkemuka Amazon Web Services (AWS) menawarkan berbagai macam kelebihan dalam proses database migration:


1. Mudah Digunakan


AWS Database Migration Service mudah digunakan. Tidak perlu menginstal agent atau aplikasi apa pun, dan tidak perlu merubah source database. Memulai migrasi database hanya dengan beberapa klik di AWS Management Console. Setelah migrasi dimulai, AWS Database Migration Service mengelola semua kerumitan proses migrasi.


2. Minimal Downtime


AWS Database Migration Service dapat memigrasikan database ke AWS dengan hampir zero downtime. Semua perubahan data pada source database yang terjadi selama migrasi terus-menerus direplikasi ke target database, sehingga memungkinkan source database tetap beroperasi penuh selama proses migrasi. Setelah migrasi database selesai, target database akan tetap disinkronkan dengan source database selama masih dibutuhkan.


3. Mendukung Berbagai Jenis Database


AWS Database Migration Service dapat melakukan migrasi data ke dan dari semua commercial atau open source database yang sudah umum digunakan. Termasuk mendukung migrasi homogen seperti Oracle ke Oracle, serta migrasi heterogen antar platform database yang berbeda, seperti Oracle ke Amazon Aurora. Bahkan, AWS Database Migration Service dapat melakukan migrasi dari on-premise ke Amazon Relational Database Service (Amazon RDS) atau Amazon Elastic Compute Cloud (Amazon EC2). Terakhir, AWS Database Migration Service juga dapat memindahkan data antara SQL, NoSQL, dan teks.


4. Low Cost


AWS Database Migration Service adalah layanan berbiaya rendah. Anda hanya membayar compute resources yang digunakan selama proses migrasi. Migrasi database dengan ukuran per terabyte dapat dilakukan hanya dengan harga $3. Perhitungan ini berlaku untuk homogeneous and heterogeneous databases migrations.


5. Reliable


AWS Database Migration Service sangat tangguh dan aman. Pada saat migrasi, service ini dapat terus memantau sumber dan target database, konektivitas jaringan, dan proses replikasi. Jika terjadi gangguan pada saat proses migrasi, service ini secara otomatis akan memulai ulang proses dan melanjutkan migrasi dari tempat terakhir replikasi. Opsi Multi Availability Zone idapat memberikan keamanan yang lebih karena replikasi data terjadi di berbagai Availability Zone.


Jika perusahaan anda sudah merasa perlu untuk segera bermigrasi ke Cloud dalam upaya meningkatkan efisiensi dan performa bisnis, Amazon Web Services dapat menjadi jawaban. Konsultasi mengenai Amazon Web Services dapat menghubungi Netmarks Indonesia pada contact us form di website ini atau menghubungi kami melalui email marketing@netmarks.co.id.



Sources:

https://aws.amazon.com/dms/?c=mt&sec=srv

23 views0 comments