top of page

Security Awareness Training: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melindungi Perusahaan dari Phishing

  • Writer: Mohammad Hafizh Alviendra
    Mohammad Hafizh Alviendra
  • Jul 28
  • 5 min read
Security Awareness Training untuk membantu karyawan mengenali phishing dan mengurangi human risk perusahaan

Security Awareness Training adalah program berkelanjutan yang membantu karyawan mengenali, menghindari, dan melaporkan ancaman siber seperti phishing, smishing, vishing, Business Email Compromise, serta social engineering.


Program ini tidak hanya berisi materi pelatihan. Perusahaan juga perlu melakukan simulasi ancaman, menyediakan mekanisme pelaporan, mengevaluasi perilaku pengguna, dan memperbaiki program berdasarkan tingkat risiko setiap karyawan.


Secara sederhana, Security Awareness Training membantu perusahaan:

  • Meningkatkan kemampuan karyawan mengenali ancaman

  • Mengurangi risiko kesalahan manusia

  • Mempercepat pelaporan aktivitas mencurigakan

  • Membentuk budaya keamanan siber

  • Mendukung perlindungan data dan kebutuhan kepatuhan


Namun, pelatihan karyawan tidak menggantikan firewall, email security, endpoint protection, atau multifactor authentication. Seluruh komponen tersebut harus diterapkan sebagai pertahanan berlapis.


Apa Itu Security Awareness Training?

Security Awareness Training adalah program edukasi yang dirancang untuk membangun pengetahuan dan kebiasaan aman ketika karyawan menggunakan email, aplikasi, perangkat, jaringan, dan data perusahaan.


Tujuannya bukan sekadar membuat karyawan mengetahui definisi phishing. Program yang efektif harus membantu mereka mengambil tindakan yang benar ketika menghadapi situasi mencurigakan, misalnya:

  • Memeriksa alamat pengirim sebelum membalas email

  • Tidak langsung membuka tautan atau lampiran

  • Melakukan verifikasi melalui kanal komunikasi lain

  • Tidak memberikan kata sandi atau kode OTP

  • Melaporkan pesan mencurigakan kepada tim IT

  • Mengikuti prosedur ketika akun diduga telah disusupi


NIST SP 800-50 Revision 1 menekankan bahwa program pembelajaran keamanan siber sebaiknya menggunakan pendekatan berkelanjutan. Program tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku dan membentuk budaya keamanan, bukan hanya memenuhi kewajiban pelatihan tahunan.


Mengapa Security Awareness Training Penting?

Teknologi keamanan dapat memblokir banyak ancaman, tetapi penyerang terus mencari cara untuk memanipulasi pengguna. Mereka dapat menyamar sebagai atasan, vendor, bank, tim IT, atau perusahaan yang dikenal korban.


Kemunculan teknologi AI juga membuat pesan penipuan dapat ditulis dengan lebih meyakinkan, dipersonalisasi, dan dikirim melalui berbagai kanal komunikasi.


Ancaman yang perlu dikenali karyawan sekarang tidak terbatas pada email phishing.

Jenis ancaman

Cara kerja

Email phishing

Email palsu digunakan untuk mencuri kredensial atau mengirimkan malware

Smishing

Pesan penipuan dikirim melalui SMS atau aplikasi percakapan

Vishing

Pelaku menelepon korban dan menyamar sebagai pihak terpercaya

Quishing

QR code diarahkan ke situs palsu atau halaman pencurian data

Business Email Compromise

Pelaku menyamar sebagai pimpinan atau vendor untuk meminta pembayaran

Collaboration phishing

Pesan berbahaya dikirim melalui aplikasi kerja dan kolaborasi

Impersonasi berbasis AI

AI digunakan untuk membuat pesan, suara, atau identitas palsu yang lebih meyakinkan

Informasi lebih lengkap mengenai tanda-tanda serangan melalui email dapat dibaca dalam artikel bahaya email phishing bagi perusahaan. Netmarks juga telah membahas langkah menghadapi quishing atau phishing menggunakan QR code.


Komponen Security Awareness Training yang Efektif

Program yang efektif sebaiknya disesuaikan dengan risiko, peran, dan aktivitas pengguna. Berikut komponen utamanya.

  1. Penilaian Risiko Awal

    Perusahaan perlu mengetahui kondisi awal sebelum menjalankan pelatihan. Penilaian dapat dilakukan melalui survei, evaluasi pengetahuan, analisis insiden sebelumnya, dan simulasi phishing awal.

    Hasilnya dapat menjadi baseline untuk mengukur perkembangan program.

  2. Pelatihan Berdasarkan Peran

    Setiap karyawan menghadapi tingkat dan jenis risiko yang berbeda. Tim keuangan, misalnya, lebih sering menghadapi permintaan pembayaran palsu. Tim HR dapat menjadi target melalui dokumen lamaran, sedangkan manajemen berisiko menghadapi executive impersonation.

    Karena itu, satu materi yang sama untuk seluruh perusahaan belum tentu efektif.

  3. Simulasi Ancaman yang Realistis

    Simulasi phishing membantu perusahaan menguji bagaimana karyawan merespons ancaman dalam kondisi yang terkendali.

    Skenario dapat disesuaikan dengan ancaman yang relevan, seperti:

    • Permintaan perubahan rekening vendor

    • Undangan rapat palsu

    • Notifikasi reset kata sandi

    • Dokumen invoice mencurigakan

    • Permintaan mendesak dari manajemen

    • QR code menuju halaman login palsu

    Simulasi sebaiknya digunakan sebagai sarana pembelajaran, bukan untuk mempermalukan atau menghukum karyawan.

  4. Pelatihan Lanjutan yang Tepat Sasaran

    Karyawan yang gagal dalam simulasi dapat menerima materi tambahan sesuai jenis kesalahannya. Pendekatan ini lebih relevan dibandingkan meminta seluruh pengguna mengulang materi yang sama.

  5. Mekanisme Pelaporan yang Mudah

    Karyawan perlu mengetahui ke mana mereka harus melaporkan email, pesan, atau panggilan mencurigakan. Proses pelaporan sebaiknya sederhana sehingga tim keamanan dapat melakukan pemeriksaan dengan cepat.


Cara Menerapkan Security Awareness Training

Security Awareness Training dapat dijalankan melalui siklus berikut:

Alur Security Awareness Training dari assessment dan segmentasi pengguna hingga pelatihan, simulasi phishing, pengukuran, dan perbaikan
Ilustrasi Netmarks Indonesia, merujuk pada NIST SP 800-50 Rev. 1 dan KnowBe4.

  1. Assessment

    Identifikasi ancaman yang paling sering dihadapi perusahaan dan ukur tingkat risiko awal pengguna.

  2. Segmentasi

    Kelompokkan karyawan berdasarkan divisi, tanggung jawab, akses sistem, dan tingkat risiko.

  3. Pelatihan

    Berikan materi yang singkat, relevan, dan mudah diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

  4. Simulasi

    Lakukan simulasi phishing atau social engineering secara berkala dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan.

  5. Pengukuran

    Evaluasi respons pengguna, kecepatan pelaporan, penyelesaian materi, dan perubahan tingkat risiko.

  6. Perbaikan

    Gunakan hasil evaluasi untuk memperbarui materi, skenario, segmentasi, dan frekuensi pelatihan berikutnya.


KPI Security Awareness Training

Dashboard KnowBe4 membantu tim keamanan memantau risk score dan perubahan risiko pengguna.
Sumber : KnowBe4 Dashboard Overview.

Keberhasilan program tidak sebaiknya hanya dinilai dari jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan.

Beberapa KPI yang dapat digunakan adalah:

KPI

Fungsi

Simulation failure rate

Mengukur pengguna yang berinteraksi dengan simulasi berbahaya

Reporting rate

Mengukur jumlah pengguna yang melaporkan simulasi atau ancaman

Reporting speed

Mengukur kecepatan ancaman dilaporkan

Repeat failure rate

Mengidentifikasi pengguna yang berulang kali melakukan kesalahan

Training completion rate

Memantau penyelesaian materi pelatihan

Human risk score

Melihat tingkat risiko pengguna, kelompok, atau organisasi

Real incident trend

Memantau perubahan jumlah insiden keamanan nyata

Penurunan tingkat klik memang penting. Namun, peningkatan kecepatan pelaporan juga perlu diperhatikan karena laporan awal dapat membantu tim IT membatasi dampak serangan.


Security Awareness Training Tidak Menggantikan Teknologi

Security Awareness Training merupakan salah satu lapisan pertahanan. Perusahaan tetap membutuhkan teknologi dan prosedur keamanan untuk mengurangi kemungkinan serangan berhasil.

Lapisan

Contoh penerapan

Manusia

Pelatihan berbasis peran, simulasi, dan kebiasaan melakukan verifikasi

Proses

Prosedur pelaporan, persetujuan pembayaran, dan respons insiden

Teknologi

Email security, MFA, endpoint protection, serta DMARC, SPF, dan DKIM

Sebagai contoh, karyawan dapat dilatih untuk mengenali permintaan pembayaran palsu. Perusahaan kemudian memperkuatnya dengan prosedur verifikasi melalui kanal lain dan persetujuan dari lebih dari satu pihak.

Dengan pendekatan tersebut, satu kesalahan tidak langsung menyebabkan insiden yang lebih besar.


Security Awareness Training KnowBe4 Bersama Netmark


KnowBe4 menyediakan platform Security Awareness Training dan simulasi phishing untuk membantu perusahaan mengelola risiko yang berkaitan dengan perilaku pengguna.


Beberapa kemampuan yang dapat digunakan perusahaan meliputi:

  • Baseline testing untuk mengetahui kondisi awal pengguna

  • Materi pelatihan dalam berbagai format

  • Simulasi phishing yang dapat disesuaikan

  • Segmentasi pengguna berdasarkan tingkat risiko

  • Pelatihan lanjutan ketika pengguna gagal dalam simulasi

  • Pelaporan untuk pengguna, kelompok, dan organisasi

  • Analisis risiko menggunakan SmartRisk

  • Otomatisasi dan personalisasi melalui AI Defense Agents atau AIDA


Menurut halaman resmi KnowBe4 Security Awareness Training, AIDA dapat membantu menyesuaikan pelatihan dan simulasi berdasarkan peran, tingkat risiko, serta perilaku pengguna.


Netmarks Indonesia menyediakan KnowBe4 Security Awareness Training untuk membantu perusahaan menjalankan pelatihan, simulasi phishing, dan pengukuran human risk secara terstruktur.

Konsultasikan kebutuhan Security Awareness Training perusahaan Anda melalui halaman Contact Us Netmarks Indonesia atau email marketing@netmarks.co.id.


Dengan platform terpusat, tim IT dapat menjalankan program secara lebih terukur tanpa harus mengatur setiap aktivitas secara manual. Hasil simulasi dan pelatihan juga dapat digunakan untuk menentukan area yang memerlukan perhatian lebih lanjut.


Kesimpulan

Security Awareness Training membantu perusahaan mengurangi human risk dengan membangun kemampuan karyawan untuk mengenali, menghindari, dan melaporkan ancaman siber.


Agar efektif, program perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penilaian risiko, pelatihan berbasis peran, simulasi realistis, pengukuran, dan perbaikan. Pelatihan tersebut juga harus didukung oleh proses verifikasi dan teknologi keamanan yang memadai.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

  1. Apakah Security Awareness Training dapat mencegah semua serangan phishing?

    Pelatihan membantu mengurangi risiko dan meningkatkan respons karyawan, tetapi tidak menjamin seluruh serangan dapat dicegah. Perusahaan tetap membutuhkan teknologi keamanan dan prosedur respons insiden.

  2. Seberapa sering Security Awareness Training perlu dilakukan?

    Pelatihan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan tingkat risiko, peran karyawan, hasil simulasi, dan perkembangan ancaman.

  3. Siapa yang perlu mengikuti Security Awareness Training?

    Seluruh pengguna yang memiliki akses ke email, perangkat, aplikasi, jaringan, atau data perusahaan perlu mengikuti pelatihan. Materinya dapat dibedakan berdasarkan peran dan tingkat risiko.

  4. Apa yang dimaksud dengan simulasi phishing?

    Simulasi phishing adalah pengujian terkendali menggunakan pesan yang menyerupai serangan phishing. Tujuannya untuk mengukur respons pengguna dan memberikan pembelajaran tanpa menimbulkan risiko nyata.

  5. Bagaimana mengukur efektivitas Security Awareness Training?

    Efektivitasnya dapat diukur melalui tingkat kegagalan simulasi, tingkat dan kecepatan pelaporan, penyelesaian pelatihan, jumlah kesalahan berulang, human risk score, dan perkembangan insiden nyata.


Sumber


Comments


OUR OFFICE

HEAD OFFICE JAKARTA

Komplek Griya Inti Sentosa Jalan Griya Agung Blok M3, No 32-33 Jakarta Utara 14350, Indonesia

MENU

SUPPORT OFFICE CIKARANG

Ruko Cikarang Square  Jl. Raya Cikarang - Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

BRANCH OFFICE SIDOARJO

Ruko Suncity Jl. Pahlawan No. 1 Blk B-11, Sidokumpul , Sidoarjo 61212

BRANCH OFFICE BATAM

Kawasan industri tunas bizpark, Blk. E No.10, Belian, Kec. Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444

SUPPORT OFFICE LOMBOK

Jl. Pemuda No.28, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125.

CONTACT US

Netmarks Indonesia logo, representing the company's commitment to providing high-quality IT solutions and services to businesses.

PT NETMARKS INDONESIA

We are here, on Customer's side

ISO 9001:2015 certification logo, signifying Netmarks Indonesia's adherence to international quality management standards.
ISO 27001:2022 certification logo, indicating Netmarks Indonesia's compliance with information security management standards

FOLLOW US

  • TikTok
  • Linkedin
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Spotify

©2025 by PT NETMARKS INDONESIA

bottom of page